Categories
Anak-anak Penyakit

Mengatasi demam pada anak

Salah satu masalah kesehatan yang sering di alami anak anak yaitu demam, maka dari itu sebagai orang tua tentunya kita diwajibkan untuk tahu bagaimana cara mengatasi demam yang di alami oleh anak anda. Ya memang munculnya demam tidak hanya pada anak kecil saja, orang dewasa juga pun sering mengalami masalah kesehatan yang satu ini.

Yang perlu diperhatikan para orang tua, ketika anaknya demam langkah yang pertama jangan panik atau melakukan tindakan berlebihan. Yang perlu anda tahu, demam pada anak merupakan suatu mekanisme yang terjadi di dalam tubuh dalam mengatasi infeksi. Jadi untuk anda yang saat ini anaknya sedang demam anda tidak perlu panik, mudah mudahan informasi mengatasi demam pada anak bisa membantu anda

mengatasi demam pada anak

Kompres Air hangat

Langkah pertama yang bisa anda lakukan untuk mengatasi demam pada anak yaitu dengan mengkompres dengan air hangat. Saya yakin, anda semua sudah tahu cara mengkompres yang benar untuk menurunkan demam pada anak. Mengompres dengan air hangat salah satu cara untuk menurunkan panas dengan cara panas keluar lewat pori-pori kulit melalui proses penguapan.

Mandikan Dengan Air Hangat

Selain mengompres dengan air hangat, cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi demam pada anak yaitu dengan memandikan si anak dengan air hangat. Mandi dengan air hangat dapat membantu meredakan demam pada anak. Dan yang perlu anda ingat anda semua, yaitu jangan pernah memandikan anak dengan menggunakan air dingin diwaktu si anak dalam ke demam, hal ini akan membuat si anak menggil kedinginan

Pijat Dengan Ramuan Herbal

Ramuan herbal yang bisa anda gunakan untuk mengatasi demam pada anak yaitu dengan minyak kayu putih dengan 2-3 parutan bawang merah dan seiris jeruk nipis. Pijitlah tubuh anak anda dengan menggunakan campuran herbal tersebut, terutama dibagian perut, dada dan punggung

Pijat Dengan PepperMint Oil

Bila anda tidak sempat membuat ramuan herbal, anda bisa menggunakan PepperMint Oil. Minyak ini sangat bermanfaat meredakan demam pada anak, kandungan mentol yang ada di dalam minyak tersebiut dapat melancarkan hidung yang mampat tersumbat.

Cegah Dehidrasi

Penyebab demam yang sering ditemukan di anak anak yaitu kurangnya cairan yang ada di daldam tubuh. Bila anak demam anda bisa megatasinya dengan memberi si kecil minum air putih yang cukup agar cairan yang di dalam tubuhnya terpenuhi.

Berikan Obat Penurun Demam

Bila anda lebih memilih mengatasi demam pada anak dengan menggunakan obat penurun demam, yang perlu anda perhatikan yaitu obat yang mau anda berikan harus sesuai dengan usia atau umur anak anda.

RutinPeriksa Suhu Tubuh

Sebagai orang tua, anda sudah patutnya untuk selalu memperhatikan secara detail anak anda. Jika anak anda demam, anda bisa memeriksa suhu tubuh si kecil secara rutin dengan menggunakan termometer. Suhu yang normal pada anak antara 36-37 derajat celcius.

Categories
Anak-anak Kesehatan Merawat Bayi

Cara Meredakan Nyeri Gusi Akibat Tumbuh Gigi Pada Bayi

Setiap bayi memiliki tumbuh kembang yang berbeda-beda, termasuk di antaranya adalah pertumbuhan gigi pertama si kecil. Biasanya tumbuh gigi pertama bayi dimulai saat usia 6 bulan, tetapi banyak juga bayi yang memiliki pertumbuhan gigi lebih lama. Dan pada saat gigi pertama bayi mulai tumbuh, orangtua pasti akan merasa senang namun juga khawatir karena biasanya bayi yang sedang tumbuh gigi akan menjadi lebih rewel dan sering menangis. Hal itu disebabkan rasa gatal dan nyeri gusi yang dirasakan bayi akibat desakan dari gigi yang akan tumbuh membuat bayi tidak nyaman. Bayi yang sedang tumbuh gigi juga akan menunjukkan tanda-tanda seperti suka mengunyah atau menggigit benda-benda yang dia pegang, mengeluarkan air liur, menolak untuk makan, dan terkadang malah ada yang sampai demam akibat tumbuh gigi. Lalu apa yang harus dilakukan oleh orangtua jika si kecil sedang mengalami tumbuh gigi pertamanya? Simak cara efektif meredakan nyeri akibat tumbuh gigi pada bayi berikut bersama ibumuda.com.

Tips mengatasi nyeri gusi akibat tumbuh gigi

  • Gosok lembut gusi si kecil

Gunakan jari tangan bunda yang bersih atau kain kasa steril untuk memijat gusi bayi, tekanan-tekanan lembut yang diberikan bisa meredakan gatal pada gusi si kecil dan membuatnya merasa lebih nyaman. Tetapi jangan gunakan kertas tisu ketika melakukan hal ini, karena kertas tisu mudah hancur dan bisa termakan oleh bayi.

  • Berikan makanan bertekstur yang lebih keras

Umumnya gigi pertama bayi mulai tumbuh saat dia sudah diberi makanan padat pendamping ASI. Untuk mengobati rasa gatal pada gusi si kecil, bunda boleh memberikan makanan yang agak bertekstur supaya bayi mulai belajar mengunyah makanan. Tetapi tekstur makanan juga jangan terlalu kasar karena bayi mungkin belum bisa menelan dengan baik. Dan untuk menyiasati bayi yang suka menggigit benda-benda atau mainan, bunda bisa memberinya potongan wortel atau apel untuk dia pegang dan gigit. Tetapi hati-hati, pastikan potongan buah yang diberikan berukuran cukup besar agar bayi tidak tersedak. Jika bayi bunda tetap menolak untuk makan, cobalah berbagai jenis makanan untuk meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi.

  • Berikan teether dingin atau kain kasa dingin pada gusi si kecil

Sensasi dingin bisa meredakan nyeri gusi yang dialami bayi saat tumbuh gigi. Simpan teether dalam lemari es selama 15 menit, tapi jangan menaruhnya di freezer karena memberikan teether yang beku bisa berdampak buruk terhadap bayi.

  • Jika bayi terus mengeluarkan air liur, lap dengan kain lembut

Kontak yang terjadi antara kulit bayi dan air liur yang dibiarkan dalam waktu lama bisa menimbulkan iritasi dan ruam kulit di sekitar mulut, pipi, dan dagu. Hal itu bisa dicegah dengan cara mengelap air liurnya dengan kain yang lembut, karena kulit bayi masih sensitif dan rentan teriritasi.

  • Jika diperlukan, bawa bayi ke dokter

Jika kondisi bayi semakin parah, hingga sama sekali menolak untuk makan dan minum ASI, rewel dan terus menerus menangis akibat nyeri gusi yang dirasakan, konsultasikan dengan dokter anak. Jangan pernah memberikan obat kepada bayi tanpa berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari hal-hal negatif dan efek samping dari obat tersebut.

Semoga tips dan cara meredakan nyeri gusi akibat tumbuh gigi pada bayi di atas bisa membantu bunda yang sedang menghadapi proses tumbuhnya gigi pertama si kecil. Salam hangat dari ibumuda.com.

Categories
Anak-anak Kesehatan

Pertolongan Pertama saat Anak Step atau Kejang

Step atau kejang bisa dialami oleh balita apabila mengalami demam tinggi dalam beberapa hari dan tidak kunjung turun. Hal itu tentu membuat hampir setiap orangtua, terutama para ibu menjadi panik yang luar biasa ketika mendapati anak balitanya terserang demam tinggi. Step atau kejang yang sering dialami balita bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun mentalnya. Untuk mencegah step atau kejang terjadi pada anak, orangtua perlu tahu tanda-tanda awal atau gejala dari step itu sendiri.

Gejala dan tanda-tanda anak step

  • Anak seperti tersedak
  • Air liur keluar terus menerus
  • Kulit anak terlihat menjadi lebih gelap
  • Anak muntah-muntah
  • Untuk sebagian anak bahkan ada yang sampai hilang kesadaran atau pingsan.

Itulah beberapa tanda-tanda awal step yang harus diketahui oleh orangtua agar dapat segera melakukan tindakan pertolongan pertama saat anak step atau kejang. Jika tanda dan gejala di atas terjadi, maka inilah cara mengatasi anak step dan kejang yang bisa dilakukan orangtua sebagai pertolongan pertama mengobati step pada balita.

Cara mengobati step atau kejang pada anak

  • Jika anak mengalami step atau kejang, tidurkan anak di tempat yang aman misalnya di kasur atau lantai dan jauhkan benda-benda berbahaya yang ada di sekitarnya.
  • Miringkan kepala anak ke salah satu sisi (kanan atau kiri), untuk memudahkannya ketika akan muntah atau mengeluarkan cairan dari saluran pernafasan dan mencegah anak supaya tidak tersedak.
  • Pakaikan baju yang nyaman dan longgarkan sedikit untuk menghindari anak susah bernafas.
  • Jangan beri ramuan atau obat-obatan apapun saat terjadi step atau kejang pada anak.
  • Jika kondisi anak tidak juga membaik, semakin kesulitan bernafas dan kulitnya membiru, segera bawa anak Anda ke Rumah Sakit atau dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya.

Sebaiknya ibu jangan terlalu panik saat menghadapi situasi semacam itu, agar dapat melakukan pertolongan pertama lebih maksimal saat anak step atau kejang. Namun cara yang lebih baik tentunya adalah mencegah agar step atau kejang tidak sampai terjadi dan dialami oleh anak balita kita. Salah satu caranya adalah dengan selalu menjaga kesehatan anak dan jika anak mengalami demam, segera lakukan tindakan untuk menurunkan demamnya.

Categories
Anak-anak Kesehatan

Makanan yang Penting untuk Perkembangan Otak Anak

Kecerdasan otak anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan dari orangtuanya. Tetapi juga dari stimulasi dan pola asuh yang diajarkan oleh orangtua, serta dari asupan makanan yang penting untuk perkembangan otak anak. Terutama pada periode emas pertumbuhan otak anak pada umur 1-3 tahun yang berkembang sangat cepat. Sehingga tiap orangtua yang memiliki anak balita pada usia tersebut wajib memberikan asupan makanan dan minuman yang berfungsi untuk mengoptimalkan perkembangan otak ini. Ada banyak jenis makanan dan minuman yang penting untuk perkembangan otak anak, diantaranya;makanan untuk anak cerdas

  • Ikan

Ikan adalah salah satu jenis makanan yang kaya kandungan DHA, seperti kita tahu DHA amat baik untuk perkembangan otak. Pada bayi, DHA bisa didapat dari ASI, sedangkan pada anak-anak dan orang dewasa, DHA bisa didapat dari berbagai sumber makanan lain seperti telur, kacang kedelai, dan ikan, atau produk olahanya seperti minyak ikan. Jenis ikan yang disarankan karena banyak mengandung asam lemak omega 3 yang penting untuk perkembangan fungsi otak diantaranya adalah ikan salmon, tuna, cod, sarden dan ikan hering.

  • Telur

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang sangat mudah didapat. Di dalam kuning telur terdapat kandungan kolin yang bermanfaat meningkatkan kecerdasan otak. Jika ibu rajin memberikan sarapan sehat dengan menu makanan yang terbuat dari telur, maka kebutuhan anak akan kolin dapat terpenuhi dengan baik.

  • Sayuran segar berwarna cerah

Sayuran kaya akan antioksidan, terutama sayuran yang memiliki warna cerah seperti tomat, wortel, labu, dan bayam memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan ini penting karena dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas.

  • Kacang hijau

Nutrisi dari kacang hijau terbilang cukup lengkap, yakni mengandung kadar protein dan karbohidrat kompleks yang tinggi, mengandung vitamin C, serta kandungan mineral yang cukup lengkap, dari asam folat, zst besi, pottasium, zinc, tembaga, magnesium, fosfor, mangan, dan thiamin. Semua zat itu penting bagi tubuh dan berguna untuk perkembangan otak.

  • Susu

Susu beserta produk olahannya seperti keju, yoghurt, butter, es krim, semuanya memiliki manfaat yang sama untuk meningkatkan fungsi otak. Susu mengandung protein serta vitamin B yang baik untuk pertumbuhan jaringan otak, neurotransmiter, serta enzim. Dan vitamin D yang akan menjaga fungsi sel saraf dan otot.

Mengingat pentingnya asupan makanan untuk perkembangan otak anak, sebagai orangtua harus memberikan nutrisi yang terbaik untuk anaknya agar memiliki otak yang cerdas dan berprestasi di sekolahnya.

Categories
Anak-anak

Cara Cepat Melatih Anak Berjalan

Dalam setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan anak, salah satu tahap paling menakjubkan ialah ketika ia bisa berjalan sendiri dan dapat meraih sesuatu dengan tangannya tanpa bantuan orang lain. Kemampuan itu pasti sangat dinantikan dan akan membuat orangtua merasa amazing.cara melatih anak berjalan

Selain rasa bangga, kemampuan berjalan anak merupakan wujud dari perkembangan motorik kasar anak yang amat penting. Yang perlu diketahui orangtua adalah bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda untuk bisa berjalan, ada yang cepat dan ada yang lambat. Dan sebelumnya ada beberapa tahap yang harus dilalui seperti tengkurap, menegakkan kepala, duduk dengan tegak, merangkak, kemudian berdiri, lalu berjalan. Namun pada kenyataannya, tidak semua anak melewati tahap merangkak dan langsung bisa berdiri lalu berjalan. Disamping menyesuaikan kemampuan anak untuk belajar berjalan sendiri, orangtua harus ikut berperan membantu melatih anak agar cepat berjalan. Inilah cara-cara yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk merangsang kemampuan anak berjalan.

  • Letakkan benda berukuran besar di dekat anak

Ketika anak sudah mampu mengangkat tubuhnya dari posisi duduk kemudian berdiri dengan berpegangan benda besar seperti meja atau kursi, itu menandakan kemampuan anak sudah bisa dilatih untuk berjalan. Tetapi selalu pastikan tidak ada benda-benda berbahaya di sekitar anak ketika sedang dalam proses belajar berjalan ini, contohnya paku, gunting, kunci lemari dan lainnya.

  • Memegang kedua tangannya

Anda dapat memulainya dengan memegang kedua tangan si kecil, lalu mengajaknya berjalan. Jangan memegangnya terlalu keras, arahkan tangannya kedepan satu per satu secara perlahan hingga si kecil mau melangkahkan kakinya sendiri tanpa berpegangan. Namun jangan paksa dia jika belum mau melakukannya. Jika dipaksa, anak bisa saja trauma dan tidak mau lagi dilatih berjalan.

  • Gunakan mainan kesukaan anak

Mainan kesukaan anak bisa jadi alat pancing paling mujarab untuk melatih anak agar bisa cepat berjalan. Taruh mainan tersebut di tempat yang sekiranya bisa diraih anak dengan mudah sambil berjalan. Beri semangat atau tepuk tangan agar si kecil semakin bersemangat untuk menggapainya.

  • Berlutut di depannya

Anda bisa memancing anak berjalan dengan berlutut di depannya sambil mengulurkan tangan seolah akan memeluknya sehingga anak akan terpancing ke arah Anda, lakukan sambil mundur perlahan ke belakang.

  • Biarkan kaki anak tanpa alas kaki

Keadaan kaki anak yang tanpa menggunakan alas kaki dapat membuatnya lebih leluasa bergerak dengan lincah, sekaligus membuat indra peraba di telapak kakinya semakin peka terhadap tekstur permukaan yang tidak rata.

  • Jangan gunakan baby walker

Penggunaan baby walker untuk melatih anak berjalan adalah salah. Selain bisa menimbulkan kecelakaan seperti terguling, tangan terjepit, atau jatuh dari tangga, baby walker juga bisa mengganggu perkembangan otot kaki anak. Lebih baik gunakan kursi plastik atau keranjang cucian yang bisa didorong untuk mengasah kemampuan berjalan anak. Cara ini lebih aman dan bisa menguatkan otot-otot pada kaki dan tangannya.

Poin terpenting dari cara cepat melatih anak berjalan ini adalah jangan memaksakan kemampuan anak, anak akan bisa berjalan jika sudah waktunya. Jika melatihnya terlalu awal, di khawatirkan otot-otot kakinya belum siap dan malah menjadikannya trauma bahkan bisa membahayakan tubuhnya.

Categories
Anak-anak

Tips Memilih Vitamin yang Tepat untuk si Kecil

Anak tumbuh sehat dan kuat adalah harapan semua ibu. Terlebih jika anak telah disibukkan dengan segudang kegiatan yang menyita banyak energi, seperti sekolah dan les. Berbagai cara dilakukan ibu untuk menjaga tumbuh kembang anak selau optimal. Salah satu caranya adalah dengan memberikan nutrisi serta gizi seimbang dari makanan yang dikonsumsi anak sehari-hari.vitamin anak

Namun tidak dapat dipungkiri anak sering memilih-milih makanan, sehingga nutrisi dari makanan yang ibu siapkan sering diabaikan oleh anak. Masalah lainnya adalah orangtua yang terlalu sibuk, sehingga tidak sempat menyiapkan hidangan yang sehat untuk anak. Hasilnya, kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi dengan baik. Solusi terbaik adalah dengan memberikan vitamin kepada anak untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dan mendukung pertumbuhan si kecil. Lalu bagaimana cara memilih vitamin yang tepat untuk si kecil? Baca tips lengkapnya berikut ini.

  • Pilih sesuai kebutuhan

Vitamin dibuat untuk berbagai macam kebutuhan. Misal vitamin penambah nafsu makan, atau vitamin untuk kecerdasan otak. Pilih vitamin yang sekiranya benar-benar dibutuhkan oleh anak. Selain itu, vitamin juga dibuat untuk berbagai tingkat usia, sehingga pilihlah yang sesuai untuk usia si kecil. Jangan berikan vitamin orang dewasa untuk anak, meski dengan dosis yang telah dikurangi karena dapat berbahaya untuk lambung si kecil. Untuk rasanya, sekarang ini vitamin telah dibuat dengan berbagai varian rasa yang disukai anak-anak, sehingga ibu bebas memilih vitamin sesuai selera anak. Bentuknya juga bermacam-macam, ada yang berbentuk emulsi, tablet kunyah, atau tablet isap.

  • Kegunaan vitamin

Saat si kecil sedang menghadapi banyak kegiatan yang memerlukan stamina prima, atau pada saat kondisi cuaca dan lingkungan tidak bersahabat, kesehatan anak rentan mengalami penurunan, dan terganggu oleh berbagai masalah kesehatan lain. Sehingga vitamin yang tepat sangat dibutuhkan. Seperti vitamin C, untuk memperkuat ketahanan tubuh anak dalam menghadapi situasi tersebut. Atau vitamin sejenisnya untuk memperkuat sistem imunitas anak.

  • Waktu pemberian vitamin

Anak memang membutuhkan vitamin sebagai pelengkap untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya. Namun Ibu harus tahu, kapan anak benar-benar membutuhkan vitamin? Jawabannya adalah ketika anak sudah mengalami hal-hal berikut;

  1. Anak susah/tidak mau makan
  2. Anak yang memiliki banyak kegiatan dan aktif sepanjang hari
  3. Anak yang sangat suka makan snack dan minuman bersoda.
  • Konsultasi dengan dokter

Sebelum Anda memberikan vitamin untuk anak, sebaiknya konsultasikan kepada dokter jikalau dalam vitamin tersebut mengandung bahan-bahan yang kontra terhadap keadaan tubuh anak. Misalnya anak yang menderita penyakit tertentu dan sedang menjalani proses pengobatan. Jangan sampai diberikan vitamin yang bertentangan dengan obat yang diminum.

Setelah membaca tips memilih vitamin yang tepat untuk anak di atas, kita semakin yakin untuk memberikan yang terbaik bagi sang buah hati agar dapat meraih masa depan dan cita-citanya yang gemilang.

Categories
Anak-anak Keluarga

Cara Melatih Anak BAB dan BAK di Toilet

Toilet training atau melatih anak untuk buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) di toilet merupakan tugas dari orangtua sebagai wujud pengembangan kemandirian anak dalam mengendalikan keinginannya untuk buang hajat. Kemampuan tersebut harus dikuasai oleh anak dan dapat dikatakan berhasil jika anak secara mandiri sudah dapat berjalan sendiri ke toilet, membuka celananya sendiri untuk BAB atau BAK, membersihkan, lalu memakai celananya kembali sesudahnya. Melatih anak BAB dan BAK di toilet tentu tidaklah mudah, kerena itu mengajarkan hal ini harus dilakukan secara bertahap.toilet training

Melatih anak BAB dan BAK di toilet harus dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu saat anak mulai dapat mengontrol keinginannya untuk BAB atau BAK. Secara fisik, anak akan mulai merasakan hal ini pada usia 1,5-2 tahun. Tapi terkadang ada juga anak yang dapat merasakannya lebih cepat atau bahkan lebih lambat dari usia ini. Toilet training ini tidak boleh dilakukan dengan pemaksaan, apalagi sampai menyakiti anak secara fisik, seperti memukul, mencubit, dan memarahinya apabila si anak belum bisa mengerti. Anak yang dipaksa akan merasa ketakutan, dan akibatnya sulit dilatih untuk BAB dan BAK di toilet, seperti halnya anak yang terlambat di toilet training, maka akan sulit melakukannya.

Tanda-tanda anak sudah siap untuk toilet training

  • Anak sudah tahu ketika celananya basah karena ompol atau kotor karena BAB, dan memberitahukannya ke ibunya.
  • Anak bisa mengenali rasa ingin pipis/BAB, menahan dan melapor pada ibunya jika ingin pipis/BAB.
  • Anak mampu mempertahankan celananya tetap kering selama 2 jam, karena biasanya selang waktu pipis anak kurang lebih antara 1 jam.
  • Anak sudah dapat mengerti bahasa dan perintah sederhana dari ibunya.
  • Anak mulai tertarik untuk menggunakan toilet seperti orangtuanya.
  • Anak dapat menurunkan dan memakai celananya sendiri.
  • Anak dapat berjongkok di closet, atau duduk di atas potty (jika menggunakan wc duduk).

Cara melatih anak BAB dan BAK di toilet

  • Ibu harus meluangkan waktu untuk melakukan toilet training ini.
  • Jika anak belum mau melakukannya, jangan paksa dia. Bujuk sedikit demi sedikit hingga dia bersedia duduk di toilet untuk buang air besar/kecil di situ.
  • Buat aktifitas ke toilet menjadi rutinitas harian. Misalnya setiap bangun pagi ajak anak ke toilet untuk pipis, atau sebelum tidur, dan 45 menit setelah anak banyak minum air.
  • Ajak seluruh anggota keluarga untuk ikut melatih anak dalam toilet training yang sedang dijalani.
  • Contohkan cara menggunakan toilet yang benar, cara membersihkan diri sehabis BAB/BAK, dan memakai celananya lagi.
  • Mengajari istilah pertoiletan yang umum dipakai seluruh anggota keluarga, contohnya; pipis, berak, kencing, siram, cebok, atau sejenisnya.
  • Amati pola keseharian anak buang air, saat waktu biasa dia buang air ajak dia ke toilet, dan tawarkan apa dia ingin pipis atau BAB. Jika dia tidak mau buang air, jangan dipaksa dan dimarahi.
  • Ajari anak agar mengenali bahasa tubuh ketika akan buang air, misal perut melilit, muka memerah dan sering kentut, tandanya dia ingin BAB. Suruh dia melapor pada ibu jika merasakan hal itu.
  • Berikan pujian kepada anak setelah berhasil BAB atau BAK di toilet.
  • Pakaikan celana yang mudah dilepas dan dipakai kembali saat akan BAB/BAK sendiri di toilet.
  • Jika anak secara tidak sengaja atau kecolongan pipis di celana, jangan memarahi apalagi sampai menghukumnya, karena anak akan takut dan trauma.
  • Saat anak sudah bisa mengatur hasrat buang airnya, jangan memakaikannya popok lagi walau saat bepergian jauh. Ibu harus konsisten, lebih baik berhenti setiap 2 jam dan ajak anak pergi ke toilet untuk BAB/BAK.

Keberhasilan toilet training ini berbeda pada setiap anak. Ada yang cepat, ada juga yang lambat. Karena cara melatih anak BAB dan BAK di toilet memang membutuhkan ketelatenan yang luar biasa dari ibu, meskipun demikian ibu akan merasa sangat bangga apabila anaknya telah berhasil menguasai ketrampilan ini.

Categories
Anak-anak

Tips Memilih Mainan Anak yang Tepat Sesuai Umur

Salah satu bentuk stimulasi untuk merangsang kecerdasan anak adalah melalui mainan. Memilih mainan yang tepat sesuai dengan usia anak turut membantu mengoptimalkan perkembangan otak anak menjadi lebih kreatif. Sayangnya, sebagian orang tua belum menyadari hal itu dan menganggap mainan hanya berfungsi sebagai hiburan dan kesenangan semata untuk anak-anak. Untuk itu, panduan tips memilih mainan anak yang tepat sesuai umur penting untuk diterapkan agar para orangtua paham tentang fungsi mainan yang sesungguhnya dalam mengeksplor kemampuan kreatif anak.cara memilih mainan anak sesuai umur

Memilih mainan untuk anak haruslah memperhatikan beberapa hal penting, antara lain usia, kemampuan, serta kebutuhan dari anak itu sendiri. Jangan lupa faktor keamanan juga sangat penting untuk diperhatikan. Mainan yang aman akan menghindarkan anak terkena cidera atau terluka saat bermain. Berikut ini contohnya;

Tips memilih mainan anak yang tepat sesuai umur

  • Usia 0-3 bulan

Di usia ini, mata bayi belum bisa melihat dengan jelas. Jadi pilihlah mainan yang berwarna cerah dan besar untuk digantung di atas tempat tidurnya guna merangsang kemampuan matanya dalam melihat benda-benda di sekitarnya dengan lebih jelas.

  • Usia 6 bulan

Memilih mainan untuk merangsang pertumbuhan gigi seperti teether mulai boleh diperkenalkan. Karena di usia ini bakal gigi biasanya sudah mulai tumbuh. Untuk mainan lain bisa memilih mainan dengan tombol yang dapat ditekan dan mengeluarkan bunyi, atau mainan bertekstur agar dapat merangsang kemampuan motorik anak. Jangan lagi menggantungkan mainan di atas tempat tidurnya, apalagi jika mainan itu bergerak, anak akan pusing melihatnya.

  • Usia 6-9 bulan

Saat anak memasuki usia ini, boleh diberikan mainan yang bisa bergulir atau bergerak guna merangsang motorik kasarnya lebih jauh. Mungkin anak akan mulai mencoba meraih mainan tersebut dengan usahanya sendiri.

  • Usia 9-12 bulan

Mulai berikan mainan untuk merangsang interaksi, semisal boneka tangan atau sejenisnya. Ajak anak berkomunikasi dengan mainan-mainan tersebut untuk merangsang kemampuan berbahasa dan melatih anak dalam mengekspresikan dirinya.

  • Usia 1 tahun

Setelah anak sudah berusia 1 tahun atau lebih, mulai perkenalkan dengan permainan luar atau outdoor, dan permainan yang merangsang kemampuan koordinasi gerak, mata dan tangan anak. Contohnya menara susun, atau berlatih menunggang kuda mainan didampingi orangtua.

  • Usia 2 tahun

Di usia ini, mainan seperti puzzle dan buku bisa diberikan pada anak. Jenis puzzle yang diberikan juga tidak boleh melebihi 10-15 keping. Selain itu bisa juga diberikan mainan yang merangsang kemampuan mata, tangan, dan imajinasi anak. Misalnya boneka bentuk hewan, mobil, traktor mini, atau sejenisnya.

  • Usia 3 tahun

Pada usia 3 tahun, bisa diberikan kertas dan pensil warna untuk kegiatan corat-coret si kecil. Kegiatan corat-coret seperti ini wajib dilakukan guna merangsang kemampuan motorik halus anak.

Yang paling penting dari tips memilih mainan untuk anak ini adalah pengawasan dari orangtua untuk mendampingi dan mengarahkan pola permainan anak.

Categories
Anak-anak

Cara Merawat Gigi Bayi Sesuai Umur

Saat gigi bayi mulai tumbuh, merupakan tanggung jawab dari orangtua untuk membersihkan dan mengetahui cara merawat gigi bayi mereka. Meskipun gigi bayi yang baru tumbuh merupakan gigi susu yang bersifat sementara, tetapi perlu dirawat dengan baik karena dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi anak selanjutnya yang bersifat permanen.cara merawat gigi bayi

Agar kesehatan gigi dan mulut bayi tetap terjaga, berikut ini adalah cara merawat kesehatan gigi bayi sesuai tahapan usia dari 0 hingga 2 tahun yang perlu Anda tahu.

Cara Merawat Gigi Bayi Sesuai Umur

  • Cara merawat gigi dan mulut bayi usia 0-6 bulan

  1. Gusi bayi harus dibersihkan menggunakan kain lembab minimal 2 kali sehari atau setiap kali selesai menyusu.
  2. Jika bayi Anda minum susu menggunakan botol, jangan membiarkan ia tidur dengan botol susu di mulutnya.
  3. Jangan pernah menambahkan gula, madu, atau pemanis lainnya ke dalam susu yang akan diminum oleh bayi Anda.
  • Cara merawat gigi dan mulut bayi usia 7-12 bulan

  1. Gusi bayi masih tetap harus dibersihkan menggunakan kain lembab setelah menyusu.
  2. Jangan membiarkan bayi Anda tidur dengan botol susu di mulutnya.
  3. Jika bayi Anda haus dan ingin minum selain ASI, lebih baik berikan air putih, bukan minuman manis seperti air gula atau teh manis.
  4. Apabila gigi bayi sudah mulai tumbuh, setiap permukaannya harus dibersihkan menggunakan kain lembab, terutama pada batas pertemuan antara gigi dan gusi harus dibersihkan dengan seksama agar tidak ada sisa-sisa makanan yang menempel di area tersebut.
  5. Sikat gigi boleh mulai digunakan ketika gigi geraham si kecil sudah mulai tumbuh, pilihlah sikat gigi berukuran kecil dengan bulu sikat lembut yang terbuat dari bahan nilon.
  6. Jangan dulu menggunakan pasta gigi, lebih baik membasahi sikat gigi setiap kali akan digunakkan dengan air matang, supaya aman jika tertelan.
  7. Mulailah memeriksakan gigi anak Anda ke dokter gigi setiap 6 bulan dimulai sejak gigi pertama anak tumbuh atau ketika anak telah berusia 1 tahun.
  • Cara merawat gigi dan mulut bayi usia 13-24 bulan

  1. Anda dapat mulai memperkenalkan pasta gigi yang mengandung flouride pada si kecil.
  2. Tetap jangan membiarkan bayi Anda tidur dengan botol susu di mulutnya.
  3. Saat menyikat gigi, gunakan pasta gigi hanya seukuran biji kacang hijau.
  4. Menyikat gigi anak 2 kali sehari secara teratur (setelah sarapan dan sebelum tidur).
  5. Gunakan sikat gigi berbulu lembut yang terbuat dari bahan nilon.
  6. Sikat gigi harus diganti secara rutin 3 bulan sekali atau saat bulu-bulunya rusak.
  7. Jadilah contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik menjaga kebersihan mulut dan gigi, juga secara rutin mengunjungi dokter gigi untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut setiap 6 bulan sekali.
  8. Membiasakan anak untuk makan buah dan sayur.
  9. Jangan membiarkan anak terlalu sering makan makanan manis yang mengandung banyak gula seperti permen dan cokelat.

Itulah cara merawat gigi bayi sesuai tahapan usia yang sangat penting dilakukan agar gigi bayi senantiasa sehat dan tidak mengalami kerusakan atau gangguan kesehatan mulut dan gigi lainnya.

Categories
Anak-anak

Hal- hal baik yang harus diajarkan pada anak

Kewajiban sebagai orangtua adalah membesarkan dan mendidik anak-anaknya agar menjadi pribadi yang baik, santun, serta mandiri. Meskipun setiap anak memiliki karakter yang berbeda, namun sebagai orangtua wajib membimbing dan mengarahkannya kepada hal-hal positif yang baik tentunya tanpa harus mengubah karakter asli mereka. Keberhasilan pola asuh Anda terhadap anak akan tercermin pada kebiasaan dan perilakunya sehari-hari. Karena itu setiap orangtua wajib mengetahui apa saja hal-hal baik yang harus diajarkan pada anak sejak dini.

mengajari kebaikan pada anak
mengajari anak menabung

Inilah daftar hal-hal baik yang harus diajarkan pada anak;

  • Menyikat gigi dua kali sehari

Kebiasaan menyikat gigi secara teratur dua kali sehari harus diajarkan sedini mungkin. Jika tidak dilatih sejak awal, nantinya anak-anak akan malas untuk menyikat gigi yang mengakibatkan gigi berlubang dan sakit gigi. Jelaskan mengenai pentingnya merawat kesehatan gigi dengan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak. Tanamkan pada diri mereka bahwa menyikat gigi adalah tugas yang harus dilakukan setiap hari.

  • Bangun pagi sendiri

Biasakan anak Anda untuk bangun tidur sendiri setiap pagi. Ini untuk melatih kemandirian serta rasa percaya dirinya.

  • Makan sendiri

Kebiasaan selalu menyuapi anak ketika makan dapat membuatnya malas makan sendiri bahkan enggan makan jika tidak disuapi. Tentu hal ini akan merepotkan, untuk itu mulailah membiasakan anak agar dapat makan sendiri di piringnya. Bahkan saat usianya masih balita, hal itu harus mulai diajarkan.

  • Mandi sendiri

Anak juga harus bisa belajar mandiri dalam hal mandi, saat anak mulai besar suruh dia untuk mengambil handuknya dan mandi sendiri. Jangan membiasakan anak untuk malas mandi karena ini untuk kesehatannya.

  • Membersihkan kamar tidur

Saat anak sudah lebih besar, mulailah memberikan tugas harian pada mereka seperti membersihkan kamar tidurnya sendiri setelah bangun tidur, merapikan meja belajar, dan meletakkan setiap barang pribadinya pada tempat yang telah disediakan. Hal tersebut untuk melatih kedisiplinan anak.

  • Mengucapkan dua kata “tolong” dan “terimakasih”

Ajari anak untuk mengucapkan kata “tolong” setiap akan meminta bantuan pada orang lain. Dan kata “terimakasih” setelahnya, atau apabila menerima sesuatu dari orang lain. Dua kata tersebut akan membuat anak Anda menghargai orang lain dan membuatnya banyak disukai karena sopan.

  • Berbagi dengan orang lain

Hal baik selanjutnya yang harus diajarkan pada anak adalah berbagi. Sebagai contoh berbagi mainan, makanan, atau meminjamkan buku pada teman-temannya. Ini akan mengajarkan kebersamaan agar anak tidak egois nantinya.

  • Mengelola uang saku

Anak harus belajar mengelola uang sakunya sendiri untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab terhadap masalah keuangan. Berikan uang saku yang tetap setiap harinya dan baiarkan mereka mengatur sendiri pengeluaran pribadinya. Namun orangtua tetap harus mengawasi.

  • Membiasakan makan makanan sehat

Kebanyakan anak menyukai makanan instan atau makanan cepat saji seperti pizza dan burgers. Makanan tersebut memang praktis dan enak, namun akan lebih baik jika anak Anda tidak terlalu sering mengonsumsi makanan-makanan tersebut. Sajikan makanan sehat dirumah untuk dapat dinikmati bersama.

  • Ajari anak untuk aktif

Jika selama ini anak Anda memiliki kebiasaan bermalas-malasan di depan televisi atau bermain game di depan komputer, suruh mereka untuk menghentikan kebiasaan itu. Ajak mereka bermain di luar, dan melakukan aktifitas fisik lainnya. Itu bagus untuk kesehatan mereka.

  • Buang sampah pada tempatnya

Membiarkan anak membuang sampah sembarangan sama halnya dengan mengajari anak untuk tidak mencintai lingkungan. Beritahu anak Anda bahwa lingkungan yang bersih akan membuat orang-orang disekitarnya sehat.

  • Membantu pekerjaan rumah

Tugas ini diberikan bagi anak yang sudah cukup umur, sekitar 7 atau 8 tahun. Minta dia untuk membantu pekerjaan rumah Anda, mulai dari pekerjaan yang ringan seperti membersihkan meja, menyapu lantai, atau sekedar menaruh piring kotor di tempat cucian piring. Itu akan membuatnya merasa ikut memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan rumah.

  • Disiplin terhadap waktu tidur

Anak Anda harus memiliki waktu tidur yang cukup. Jangan biasakan anak tidur terlalu larut dan bangun siang. Karena kebiasaan itu dapat terus berlanjut hingga dewasa nantinya.

Hal-hal baik yang harus diajarkan pada anak di atas hanya sebagian kecil dari ribuan hal baik yang mesti diajarkan oleh orangtua dalam membimbing serta mengarahkan anak-anaknya.