Categories
Keluarga Kesehatan

Tips menjaga kecantikan agar tetap awet muda

Dalam kesempatan ini saya akan membahas artikel tentang menjaga kecantikan agar tetap awet muda, bagi anda yang saat ini sudah berusia diatas 25 tahun ke atas tidak salahnya untuk membaca artikel yang akan saya bahas dikesempatan ini. Tentunya memiliki wajah yang awet muda dan tetap cantik diusia yang tidak muda pasti merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

Saya yakin semua wanita ingin mempunyai wajah yang cantik dan awet muda meski umurnya sudah tidak muda lagi. Keinginan tersebut bisa anda wujudkan bila anda melakukan berbagai macam perawatan yang bisa membuat wajah anda tetap awet muda, mudah mudahan cara atau tips menjaga kecantikan agar tetap awet muda dibawah ini bisa membantu anda.

Tips menjaga kecantikan agar tetap awet muda

Rutin Olahraga

Sudah menjadi rahasia umum bahwa olahraga memiliki manfaat yang sangat bagus untuk kesehatan dan kecantikan tubuh agar tetap bugar. Namun yang memprihatinkan meskipun banyak orang mengetahui manfaat dari olahraga, justru banyak orang males untuk melakukan aktivitas yang satu ini. Padahal sangat dianjurkan untuk melakukan minimal tiga kali dalam seminggu untuk menjalani olahraga. Olahraga yang bisa dilakukan pun tidak perlu yang sulit dan tidak perlu melakukan keahlian khusus, cukup lari atau jalan santai juga bisa bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan tubuh

Bersihkan Wajah dengan benar

Salah satu cara yang bisa anda lakukan untuk menjaga kecantikan agar awet muda yaitu dengan membersihkan wajah dengan benar. Maksud membersihkan wajah dengan benar disini yaitu membersihkan agar kotoran yang ada di wajah benar benar hilang dan menjadikan wajah menjadi bersih. Berikut ini saya hadirkan, cara membersihkan wajah dengan benar

· Langkah pertama basuh wajah menggunakan air hangat.

· Kedua gunakan sabun pembersih wajah yang biasa anda gunakan, tentunya yang sesuai dengan jenis kulit anda

· Ketiga bersihkan noda make up di wajah dengan menggunakan sikat wajah sehingga bulu halusnya dapat membersihkan dari sisa make up dan deb

· Ke empat, pijat lembut wajah anda agar peredaran darah jadi lancar.

· Ke lima, bila wajah sudah dibersihkan, kemudian gunakan handuk yang bersih untuk mengeringkan wajah.

· Terakhir, oleskan penyegar agar bisa tampil cantik maksimal.

Gunakan Masker Alami

Dari pada anda menggunakan masker yang berbahan kimia, lebih baik untuk menjaga kecantikan agar awet muda yaitu dengan menggunakan masker alami. Banyak sekali bahan alami yang bisa anda gunakan menjadi masker alami seperti tomat,Alpukat, wortel dan masih banyak yang lainnya. Selain bahan alami tersebut, anda bisa menggunakan minyak zaitun, madu dan putih telur sebagai masker wajah yang alami.

Istirahat Yang Berkualitas

Cara yang cukup mudah dan simple yang bisa anda lakukan untuk menjaga kecantikan agar tetap awet muda yaitu dengan melakukan istirah yang berkualitas. Maksud istirahat yang berkualitas disini istirahat yang sesuai standar yaitu tidur setidaknya 8 jam perhari. Sebab tidur yang cukup dapat memperbaiki sel tubuh dan untuk memaksimalkan aktifitas Anda selama seharian.

Categories
Anak-anak Keluarga

Cara Melatih Anak BAB dan BAK di Toilet

Toilet training atau melatih anak untuk buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) di toilet merupakan tugas dari orangtua sebagai wujud pengembangan kemandirian anak dalam mengendalikan keinginannya untuk buang hajat. Kemampuan tersebut harus dikuasai oleh anak dan dapat dikatakan berhasil jika anak secara mandiri sudah dapat berjalan sendiri ke toilet, membuka celananya sendiri untuk BAB atau BAK, membersihkan, lalu memakai celananya kembali sesudahnya. Melatih anak BAB dan BAK di toilet tentu tidaklah mudah, kerena itu mengajarkan hal ini harus dilakukan secara bertahap.toilet training

Melatih anak BAB dan BAK di toilet harus dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu saat anak mulai dapat mengontrol keinginannya untuk BAB atau BAK. Secara fisik, anak akan mulai merasakan hal ini pada usia 1,5-2 tahun. Tapi terkadang ada juga anak yang dapat merasakannya lebih cepat atau bahkan lebih lambat dari usia ini. Toilet training ini tidak boleh dilakukan dengan pemaksaan, apalagi sampai menyakiti anak secara fisik, seperti memukul, mencubit, dan memarahinya apabila si anak belum bisa mengerti. Anak yang dipaksa akan merasa ketakutan, dan akibatnya sulit dilatih untuk BAB dan BAK di toilet, seperti halnya anak yang terlambat di toilet training, maka akan sulit melakukannya.

Tanda-tanda anak sudah siap untuk toilet training

  • Anak sudah tahu ketika celananya basah karena ompol atau kotor karena BAB, dan memberitahukannya ke ibunya.
  • Anak bisa mengenali rasa ingin pipis/BAB, menahan dan melapor pada ibunya jika ingin pipis/BAB.
  • Anak mampu mempertahankan celananya tetap kering selama 2 jam, karena biasanya selang waktu pipis anak kurang lebih antara 1 jam.
  • Anak sudah dapat mengerti bahasa dan perintah sederhana dari ibunya.
  • Anak mulai tertarik untuk menggunakan toilet seperti orangtuanya.
  • Anak dapat menurunkan dan memakai celananya sendiri.
  • Anak dapat berjongkok di closet, atau duduk di atas potty (jika menggunakan wc duduk).

Cara melatih anak BAB dan BAK di toilet

  • Ibu harus meluangkan waktu untuk melakukan toilet training ini.
  • Jika anak belum mau melakukannya, jangan paksa dia. Bujuk sedikit demi sedikit hingga dia bersedia duduk di toilet untuk buang air besar/kecil di situ.
  • Buat aktifitas ke toilet menjadi rutinitas harian. Misalnya setiap bangun pagi ajak anak ke toilet untuk pipis, atau sebelum tidur, dan 45 menit setelah anak banyak minum air.
  • Ajak seluruh anggota keluarga untuk ikut melatih anak dalam toilet training yang sedang dijalani.
  • Contohkan cara menggunakan toilet yang benar, cara membersihkan diri sehabis BAB/BAK, dan memakai celananya lagi.
  • Mengajari istilah pertoiletan yang umum dipakai seluruh anggota keluarga, contohnya; pipis, berak, kencing, siram, cebok, atau sejenisnya.
  • Amati pola keseharian anak buang air, saat waktu biasa dia buang air ajak dia ke toilet, dan tawarkan apa dia ingin pipis atau BAB. Jika dia tidak mau buang air, jangan dipaksa dan dimarahi.
  • Ajari anak agar mengenali bahasa tubuh ketika akan buang air, misal perut melilit, muka memerah dan sering kentut, tandanya dia ingin BAB. Suruh dia melapor pada ibu jika merasakan hal itu.
  • Berikan pujian kepada anak setelah berhasil BAB atau BAK di toilet.
  • Pakaikan celana yang mudah dilepas dan dipakai kembali saat akan BAB/BAK sendiri di toilet.
  • Jika anak secara tidak sengaja atau kecolongan pipis di celana, jangan memarahi apalagi sampai menghukumnya, karena anak akan takut dan trauma.
  • Saat anak sudah bisa mengatur hasrat buang airnya, jangan memakaikannya popok lagi walau saat bepergian jauh. Ibu harus konsisten, lebih baik berhenti setiap 2 jam dan ajak anak pergi ke toilet untuk BAB/BAK.

Keberhasilan toilet training ini berbeda pada setiap anak. Ada yang cepat, ada juga yang lambat. Karena cara melatih anak BAB dan BAK di toilet memang membutuhkan ketelatenan yang luar biasa dari ibu, meskipun demikian ibu akan merasa sangat bangga apabila anaknya telah berhasil menguasai ketrampilan ini.

Categories
Keluarga

Cara Menyapih Anak Secara Cerdas dan Penuh Cinta

cara menyapih anakTantangan selanjutnya bagi seorang ibu setelah masa menyusui hampir berakhir adalah menyapih anak untuk tidak lagi minum ASI. Tentu bukanlah pekerjaan mudah bagi ibu untuk menyapih si kecil, diperlukan kesabaran dan ketelatenan, juga strategi menyapih yang cerdas dan penuh cinta. Lalu kapan waktu yang paling tepat untuk menyapih anak? Menurut para ahli, penyapihan boleh dilakukan setelah anak berusia 1 tahun. Karena di usia tersebut tubuh anak sudah dapat mengatasi alergi yang muncul dari beberapa jenis makanan. Namun kebanyakan para ibu menyapih anaknya di usia 2 tahun, 2,5 tahun, atau ada juga yang baru menyapih anak saat usianya 3 tahun. Proses menyapih memang merepotkan dan seringkali membuat ibu merasa sedih, mungkin karena merasa dirinya tega telah memutuskan ikatan batin dengan anaknya. Karena itu panduan cara menyapih anak secara cerdas dan penuh cinta perlu diterapkan saat ibu mulai menjalani proses penyapihan terhadap anaknya.

Berikut cara menyapih anak secara cerdas dan penuh cinta

  • Anda harus siap secara fisik dan mental. Jangan gunakan ramuan apapun untuk mengolesi bagian pay-udara ibu, misal dengan mengkudu, bratawali, obat merah, atau menggunakan plester untuk menutupi bagian puting. Itu hanya akan membuat si kecil takut dan mengajarinya perbuatan tidak baik karena membohonginya. Saat menyapih si kecil, Anda harus melakukannya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Jadi anak juga akan tahu bahwa Anda masih tetap menyayangi dia meskipun sudah tidak memberikan ASI-nya lagi.
  • Kurangi frekuensi menyusui anak sedikit demi sedikit. Terutama pada siang hari, karena di siang hari anak dapat makan berbagai makanan selain ASI. Berikan makanan selingan 3 sampai 4 kali dalam sehari, agar keinginan untuk menyusu si kecil berkurang.
  • Beri penjelasan kepada anak tentang penyapihan yang sedang dijalani, anak umur 2 tahun sudah dapat diajak berkomunikasi dengan baik meskipun bicaranya masih belum jelas. Namun diharapkan mereka akan mengerti, katakan bahwa kini dia sudah besar, jadi sudah tidak perlu minum ASI lagi. Atau perkataan-perkataan lain yang meyakinkan.
  • Sebelum berhasil menyapih, ajarkan kepada anak untuk menyusu hanya di satu tempat, contohnya kamar. Selain agar anak belajar menaati aturan, cara itu akan membuat anak tidak meminta ASI di mana saja.
  • Pastikan kondisi anak dalam keadaan sehat saat penyapihan dilakukan. Itu sangat penting karena kondisi yang tidak sehat, marah, sedih, atau kesal, dapat membuat mental anak tertekan dan akhirnya merasa tidak bahagia. Anak yang disapih dalam keadaan sakit juga dikhawatirkan akan bertambah parah sakitnya.
  • Ajak suami dan seluruh anggota keluarga bekerjasama, untuk menghibur dan mengalihkan perhatian si kecil saat menangis minta ASI. Misalnya dengan memberikan mainan atau makanan yang dapat mengalihkan perhatiannya.
  • Anak yang terbiasa tidur dengan cara menyusu ibunya, coba beralihlah dengan cara membacakan buku cerita atau dongeng ketika hendak tidur.
  • Perkenalkan jenis-jenis makanan baru untuk si kecil, mungkin hal itu dapat mengalihkan keinginannya untuk terus meminum ASI.
  • Jangan gunakan mpeng atau dot untuk mengalihkan dan sebagai pengganti ASI, karena akan membuat anak ketergantungan. Jika ingin memberinya minum, lebih baik menggunakan gelas agar terbiasa.
  • Ciptakan suasana menyenangkan setiap saat bersama si kecil, beri pelukan dan ciuman hangat agar dia tahu bahwa ibunya sangat menyayangi dia walaupun sudah tidak memberikan ASI lagi.

Penyapihan dengan cara yang benar, cerdas, dan penuh cinta akan sangat mempengaruhi keberhasilan ibu untuk menyapih anaknya sekaligus mempengaruhi perkembangan fisik dan mental si anak itu sendiri.

Categories
Keluarga

Cara Melatih Anak Gemar Membaca

Kebanyakan anak-anak jaman sekarang tidak gemar membaca buku. Seiring pesatnya kemajuan teknologi, buku semakin ditinggalkan. Anak-anak lebih menyukai acara televisi atau bermain game. Padahal manfaat dan ilmu yang bisa didapat dari aktifitas gemar membaca buku ini amatlah banyak. Meskipun informasi yang bisa didapat dari media elektronik semacam televisi dan internet tidak kalah banyak dan lebih mendunia, namun jangan sampai anak-anak melupakan atau bahkan tidak mengenal membaca buku sama sekali. Berikut ini adalah cara-cara yang bisa dilakukan untuk melatih anak agar gemar membaca buku.

cara melatih anak membaca
anak gemar membaca

Cara agar anak senang membaca

  • Jadikan membaca sebagai rutinitas

Buat peraturan baru di rumah, anak harus meluangkan waktu dalam sehari minimal 1 jam untuk membaca buku. Pada awalnya memang sulit, namunsetelah menjadi kebiasaan dan rutinitas sehari-harimaka secara otomatis anak akan melakukan hal itu bahkan dapat menganggap membaca sebagai suatu kebutuhan.

  • Sesuaikan bahan bacaan dengan minat anak

Setiap anak memiliki minat yang berbeda-beda. Jadi jangan memaksanya untuk mengikuti keinginan Anda. Termasuk pada buku bacaan yang ingin dia baca. Anda tidak boleh memaksa anak untuk membaca yang ia tidak suka, namun arahkan agar apa yang dia baca sesuai minatnya dapat bermanfaat bagi dia. Jika dipaksa, maka kemungkinan anak tidak akan menyukai aktifitas membacanya lagi.

  • Memberikan contoh yang baik

Kebanyakan anak akan meniru apa yang dia lihat. Jika Anda mencontohkan membaca buku atau koran setiap hari, maka anak pun akan melihat dan meniru perbuatan Anda. Namun jika Anda tidak pernah menunjukkan kebiasaan membaca pada anak, sekeras apapun Anda menyuruhnya membaca buku setiap hari, maka akan sia-sia.

  • Menjadi anggota perpustakaan

Di dalam perpustakaan tentu banyak buku-buku yang dapat dibaca oleh anak untuk menambah wawasan. Jadi akan lebih baik apabila anak Anda menjadi salah satu anggota perpustakaan yang ada di sekolahnya. Karena dengan dia bergaul bersama teman-teman yang juga memiliki kesamaan hobi gemar membaca akan membuatnya lebih bersemangat.

Demikian adalah cara melatih anak agar gemar membaca. Membaca membuka jendela dunia, itulah prinsip yang harus ditanamkan pada jiwa anak-anak kita agar senantiasa gemar membaca.

Categories
Keluarga

Peran Orangtua Terhadap Perkembangan Psikologi Anak

Di kehidupan tiga tahun pertama seorang anak atau biasa disebut Golden Periode, otaknya berkembang sangat pesat dan dapat menghubungkan 1000 triliun jaringan koneksi yang aktif untuk menyerap informasi dan stimulasi baru bahkan lebih cepat dua kali lipat dibanding dengan kemampuan otak orang dewasa. Pada masa inilah pola asuh serta stimulasi yang baik sangat dibutuhkan agar tumbuh kembangnya maksimal dan menjadi anak yang cerdas nantinya.mendidik anak

Pola asuh yang diterima setiap anak tentu berbeda karena masing-masing orangtua memiliki cara tersendiri, watak serta perilaku mereka pun berbeda. Dan secara tidak langsung hal itu juga ikut berpengaruh terhadap psikologi anak. Sebagai contoh, mengajarkan pada anak untuk mengatasi dan menghindari konflik dengan temannya. Tentu hal itu bukanlah pekerjaan mudah untuk orangtua. Perlu adanya komunikasi dan pendekatan yang baik kepada si anak untuk menjelaskan tentang hubungan sebab akibat. Misalnya jika ia tidak mau berbagi makanan atau mainan dengan temannya, akibatnya dia akan dijauhi dan dibenci oleh teman-temannya. Mengajarkan kepada anak untuk tidak bertengkar, saling meminta maaf dan berempati kepada teman-temannya.

Peran orangtua terhadap perkembangan psikologi anak 1-3 tahun sangatlah diperlukan. Tidak hanya dengan komunikasi yang baik, namun para orangtua hendaknya juga memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari kepada si anak tentang perbuatan-perbuatan baik yang mesti dilakukan. Karena pola asuh tersebut yang akan lebih dominan berpengaruh terhadap perkembangan psikologi anak.

Perkembangan psikologi anak 1-3 tahun

Saat usia anak berada pada Golden Periode(1-3 tahun), karakter dan watak aslinya sudah mulai terlihat. Namun situasi serta kondisi lingkungan ikut berpengaruh terhadap perkembangan psikologinya. Semakin banyak pengalaman dari lingkungan yang ia dapat, karakter serta watak aslinya akan semakin jelas terlihat. Dari situlah peran orangtua dibutuhkan, untuk mengarahkan dan memilah tindakan positif dan negatif yang dilakukan oleh anak. Misalnya, saat anak berbuat salah, orangtua wajib menegur dan memberi penjelasan bahwa perbuatannya itu tidak benar. Ajari dia untuk meminta maaf, dan tidak melakukannya lagi. Dan saat anak melakukan tindakan yang positif, beri dia pujian. Namun jangan berlebihan, supaya anak tidak merasa besar kepala. Dari pola asuh yang diberikan orangtua tersebut, diharapkan anak akan mengerti nantinya bagaimana dia harus bersikap terhadap teman-temannya.

Di samping itu, yang tidak kalah penting dari peran orangtua terhadap perkembangan psikologi anak 1-3 tahun adalah mengajarkan kepada anak untuk mandiri. Perlu dukungan yang besar dari orangtua untuk menumbuhkan sikap mandiri dan rasa percaya diri pada anak. Dengan memberikan kesempatan untuknya melakukan berbagai hal sendiri serta belajar dari kesalahan, berarti orangtua telah memberikan dukungannya agar anak tidak bersikap manja dan bergantung pada kita.

Kesimpulannya, peran orangtua terhadap perkembangan psikologi anak 1-3 tahun harus disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak, baik perkembangan secara fisik, motorik, maupun kognitif, serta norma dan nilai-nilai kehidupan di lingkungannya.