Categories
Merawat Bayi

Cara Meredakan Nyeri Gusi Saat Bayi Tumbuh Gigi

Cara Meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Memang setiap bayi memiliki tumbuh kembang yang berbeda-beda, termasuk di antaranya adalah pertumbuhan gigi pertama si kecil. Biasanya tumbuh gigi pertama bayi dimulai saat usia 6 bulan, tetapi banyak juga bayi yang memiliki pertumbuhan gigi lebih lama. Dan pada saat gigi pertama bayi mulai tumbuh, orangtua pasti akan merasa senang namun juga khawatir karena biasanya bayi yang sedang tumbuh gigi akan menjadi lebih rewel dan sering menangis.

cara meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigiHal itu disebabkan rasa gatal dan nyeri gusi yang dirasakan bayi akibat desakan dari gigi yang akan tumbuh membuat bayi tidak nyaman. Bayi yang sedang tumbuh gigi juga akan menunjukkan tanda-tanda seperti suka mengunyah atau menggigit benda-benda yang dia pegang, mengeluarkan air liur, menolak untuk makan, dan terkadang malah ada yang sampai demam akibat tumbuh gigi. Lalu apa yang harus dilakukan oleh orangtua jika si kecil sedang mengalami tumbuh gigi pertamanya? Simak cara efektif meredakan nyeri gusi akibat tumbuh gigi pada bayi berikut bersama ibumuda.com.

Tips mengatasi nyeri gusi akibat tumbuh gigi

  • Gosok lembut gusi si kecil

Gunakan jari tangan bunda yang bersih atau kain kasa steril untuk memijat gusi bayi, tekanan-tekanan lembut yang diberikan bisa meredakan gatal pada gusi si kecil dan membuatnya merasa lebih nyaman. Tetapi jangan gunakan kertas tisu karena kertas tisu ini mudah hancur dan bisa termakan oleh bayi.

  • Berikan makanan bertekstur yang lebih keras

Umumnya gigi pertama bayi mulai tumbuh saat dia sudah diberi makanan padat pendamping ASI. Untuk mengobati rasa gatal pada gusi si kecil, bunda boleh memberikan makanan yang agak bertekstur supaya bayi mulai belajar mengunyah makanan. Tetapi tekstur makanan juga jangan terlalu kasar karena bayi mungkin belum bisa menelan dengan baik. Dan untuk menyiasati bayi yang suka menggigit benda-benda atau mainan, bunda bisa memberinya potongan wortel atau apel untuk dia pegang dan gigit. Tetapi hati-hati, pastikan potongan buah yang diberikan berukuran cukup besar agar bayi tidak tersedak. Jika bayi bunda tetap menolak untuk makan, cobalah berbagai jenis makanan untuk meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi.

  • Berikan teether dingin

Cara meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi selanjutnya adalah dengan memberinya teether dingin untuk ia gigit. Sensasi dingin bisa meredakan nyeri gusi yang dialami bayi saat tumbuh gigi. Simpan teether dalam lemari es selama 15 menit, tapi jangan menaruhnya di freezer karena memberikan teether yang beku bisa berdampak buruk terhadap bayi.

  • Jika diperlukan, bawa bayi ke dokter

Jika kondisi bayi semakin parah, hingga sama sekali menolak untuk makan dan minum ASI, rewel dan terus menerus menangis akibat nyeri gusi yang dirasakan, konsultasikan dengan dokter anak. Jangan pernah memberikan obat kepada bayi tanpa berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari hal-hal negatif dan efek samping dari obat tersebut.

Semoga tips dan cara meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi di atas bisa membantu bunda dalam merawat si kecil yang sedang menghadapi proses pertumbuhan gigi pertamanya.

Categories
Anak-anak Kesehatan Merawat Bayi

Cara Meredakan Nyeri Gusi Akibat Tumbuh Gigi Pada Bayi

Setiap bayi memiliki tumbuh kembang yang berbeda-beda, termasuk di antaranya adalah pertumbuhan gigi pertama si kecil. Biasanya tumbuh gigi pertama bayi dimulai saat usia 6 bulan, tetapi banyak juga bayi yang memiliki pertumbuhan gigi lebih lama. Dan pada saat gigi pertama bayi mulai tumbuh, orangtua pasti akan merasa senang namun juga khawatir karena biasanya bayi yang sedang tumbuh gigi akan menjadi lebih rewel dan sering menangis. Hal itu disebabkan rasa gatal dan nyeri gusi yang dirasakan bayi akibat desakan dari gigi yang akan tumbuh membuat bayi tidak nyaman. Bayi yang sedang tumbuh gigi juga akan menunjukkan tanda-tanda seperti suka mengunyah atau menggigit benda-benda yang dia pegang, mengeluarkan air liur, menolak untuk makan, dan terkadang malah ada yang sampai demam akibat tumbuh gigi. Lalu apa yang harus dilakukan oleh orangtua jika si kecil sedang mengalami tumbuh gigi pertamanya? Simak cara efektif meredakan nyeri akibat tumbuh gigi pada bayi berikut bersama ibumuda.com.

Tips mengatasi nyeri gusi akibat tumbuh gigi

  • Gosok lembut gusi si kecil

Gunakan jari tangan bunda yang bersih atau kain kasa steril untuk memijat gusi bayi, tekanan-tekanan lembut yang diberikan bisa meredakan gatal pada gusi si kecil dan membuatnya merasa lebih nyaman. Tetapi jangan gunakan kertas tisu ketika melakukan hal ini, karena kertas tisu mudah hancur dan bisa termakan oleh bayi.

  • Berikan makanan bertekstur yang lebih keras

Umumnya gigi pertama bayi mulai tumbuh saat dia sudah diberi makanan padat pendamping ASI. Untuk mengobati rasa gatal pada gusi si kecil, bunda boleh memberikan makanan yang agak bertekstur supaya bayi mulai belajar mengunyah makanan. Tetapi tekstur makanan juga jangan terlalu kasar karena bayi mungkin belum bisa menelan dengan baik. Dan untuk menyiasati bayi yang suka menggigit benda-benda atau mainan, bunda bisa memberinya potongan wortel atau apel untuk dia pegang dan gigit. Tetapi hati-hati, pastikan potongan buah yang diberikan berukuran cukup besar agar bayi tidak tersedak. Jika bayi bunda tetap menolak untuk makan, cobalah berbagai jenis makanan untuk meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi.

  • Berikan teether dingin atau kain kasa dingin pada gusi si kecil

Sensasi dingin bisa meredakan nyeri gusi yang dialami bayi saat tumbuh gigi. Simpan teether dalam lemari es selama 15 menit, tapi jangan menaruhnya di freezer karena memberikan teether yang beku bisa berdampak buruk terhadap bayi.

  • Jika bayi terus mengeluarkan air liur, lap dengan kain lembut

Kontak yang terjadi antara kulit bayi dan air liur yang dibiarkan dalam waktu lama bisa menimbulkan iritasi dan ruam kulit di sekitar mulut, pipi, dan dagu. Hal itu bisa dicegah dengan cara mengelap air liurnya dengan kain yang lembut, karena kulit bayi masih sensitif dan rentan teriritasi.

  • Jika diperlukan, bawa bayi ke dokter

Jika kondisi bayi semakin parah, hingga sama sekali menolak untuk makan dan minum ASI, rewel dan terus menerus menangis akibat nyeri gusi yang dirasakan, konsultasikan dengan dokter anak. Jangan pernah memberikan obat kepada bayi tanpa berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari hal-hal negatif dan efek samping dari obat tersebut.

Semoga tips dan cara meredakan nyeri gusi akibat tumbuh gigi pada bayi di atas bisa membantu bunda yang sedang menghadapi proses tumbuhnya gigi pertama si kecil. Salam hangat dari ibumuda.com.

Categories
Kesehatan Merawat Bayi

Penyebab Bayi Prematur

Setiap ibu tentu menginginkan bayinya lahir normal di usia kehamilan yang cukup yaitu antara 39 hingga 40 minggu. Tetapi ada kalanya harapan tersebut tidak dapat terwujud karena ibu harus melahirkan bayinya lebih dini atau disebut kelahiran prematur. Dikatakan kelahiran prematur apabila bayi dilahirkan sebelum waktunya yaitu ketika usianya masih kurang dari 37 minggu di dalam kandungan ibunya dan berat badan lahir bayi jauh dibawah normal kurang dari 2,5 kg, bahkan bisa sangat kecil hingga kurang dari 1 kg. Dengan kondisi semacam itu, menyebabkan organ-organ dalam tubuh bayi yang lahir prematur belum bisa berfungsi secara optimal. Karena itulah bayi prematur rentan mengalami gangguan kesehatan. Perlu Anda tahu, ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi lahir prematur, mulai dari faktor ibu dan kondisi janin dalam kandungan. Dan ternyata, faktor dari sang ibu-lah yang membawa pengaruh cukup besar terhadap penyebab kelahiran prematur ini. Untuk selengkapnya, simak ulasan mengenai faktor penyebab bayi lahir prematur berikut ini bersama ibumuda.com.

  • Kesehatan ibu

Kondisi kesehatan ibu tentu saja berpengaruh besar terhadap kesehatan janin yang sedang dikandung. Ibu yang tidak sehat, misalnya kurang gizi, ibu yang mengalami preeklampsia (hipertensi pada kehamilan), atau bahkan sampai mengalami eklampsia ( hipertensi berat disertai kejang saat hamil), juga ibu yang mengidap penyakit diabetes berpotensi lebih besar untuk melahirkan bayi prematur. Termasuk masalah kesehatan pada organ reproduksi dan kondisi psikologis ibu hamil juga ikut mempengaruhi terjadinya kelahiran prematur. Misalnya ibu mengalami infeksi pada saluran kemih atau adanya kelainan pada rahim atau leher rahim, ketuban pecah sebelum waktunya akibat aktifitas fisik yang berat atau kecelakaan, dan kadar alfa-fetoprotein yang tinggi di trimester kedua kehamilan. Sedangkan untuk kesehatan psikologis, sebisa mungkin ibu hamil menghindari stress, cemas yang berlebihan, hingga depresi. Karena itu semua dapat meningkatkan risiko ibu melahirkan bayi prematur. Hamil di usia terlalu muda atau tua juga rentan melahirkan bayi prematur.

  • Riwayat kehamilan

Jika ibu hamil pernah melahirkan bayi prematur pada kehamilan sebelumnya, pernah keguguran, atau pernah melakukan aborsi, maka risiko untuk kembali melahirkan bayi prematur juga semakin tinggi. Untuk itu, ibu hamil yang memiliki riwayat tersebut perlu lebih waspada dalam menjaga kehamilannya.

  • Kondisi janin

Faktor penyebab kelahiran prematur lainnya adalah kondisi janin di dalam kandungan. Misalnya bayi kembar, gawat janin, atau bayi dengan kalainan bawaan, janin yang pertumbuhannya terhambat, bisa akibat simpul tali pusat yang mengganggu atau karena kekurangan zat gizi, dan adanya infeksi dalam kandungan yang menyebabkan bayi harus dilahirkan secara prematur sebelum waktunya. Untuk itu ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan kandungab secara rutin agar kesehatan janin dan ibu hamil dapat terpantau.

Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab bayi lahir prematur seperti di atas, diharapkan ibu hamil dapat lebih waspada dan senantiasa menjaga kehamilannya agar selalu sehat untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur pada bayi yang tentunya tidak diharapkan oleh setiap orangtua.

Categories
Makanan Sehat Merawat Bayi

Kiat Sukses Memberikan ASI Eksklusif

Jadi ibu baru adalah momen luar biasa yang dialami seorang wanita. Kesempatan untuk memberikan ASI ekslusif pada sang bayi tidak boleh dilewatkan begitu saja, karena itu adalah kewajiban seorang ibu untuk memberikan nutrisi terbaik bagi buah hatinya. Namun biasanya, di hari pertama kelahiran si kecil produksi ASI masih sedikit, hingga membuat ibu enggan menyusui dan kurang percaya diri. Padahal, produksi ASI sebenarnya akan meningkat menyesuaikan dangan kebutuhan bayi. Karena itu, motivasi serta dukungan untuk para ibu baru agar tetap memberikan ASI eksklusif perlu digalakkan untuk membangun kepercayaan dirinya. Inilah kiat sukses memberikan ASI eksklusif yang perlu diketahui oleh para calon ibu dan ibu baru tentunya.

  • Lakukan pertemuan dengan konselor laktasi untuk mengetahui lebih jauh mengenai seluk beluk ASI. Pertemuan ini sebaiknya dilakukan sebelum ibu melahirkan, yaitu pada trimester ke-2 atau ke-3 kehamilan.
  • Setelah melahirkan, segera lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) agar kolostrum dapat segera keluar dan diisap oleh bayi.
  • Ibu yang memiliki puting datar atau masuk ke dalam cenderung pesimis dapat menyusui, namun kondisi seperti itu sebenarnya bukanlah penghalang bagi bayi untuk tetap dapat menyusu pada ibunya karena bayi bukan menyusu semata pada puting pay-udara.
  • Tanyakan pada dokter atau konselor ASI mengenai posisi dan perlekatan bayi yang tepat ke pay-udara ibu sehingga bisa menyusu degan baik.
  • Meski ASI belum keluar, ibu harus tetap sering menyusui bayinya. Karena intensitas dari isapan bayi yang akan mengirim sinyal ke otak dan memerintahkan tubuh ibu untuk memproduksi ASI lebih banyak.
  • Ibu menyusui harus selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi agar ASI yang keluar dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi. Disarankan untuk memperbanyak minum, makan sayur (terutama sayur daun katuk), dan mengonsumsi buah-buahan segar.
  • Hindari stres dan rasa khawatir yang berlebihan, sebab itu akan berpengaruh terhadap produksi ASI Ibu.
  • Ibu harus yakin bisa memberikan ASI yang cukup untuk bayi. Karena keyakinan itulah yang akan memicu hormon-hormon tubuh untuk memproduksi ASI yang lebih banyak.
  • Dukungan penuh untuk para ibu yang ingin memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Bukan hanya dukungan oleh tenaga kesehatan, namun juga dari orang-orang terdekat ibu, suami, mertua, dan para sahabat.
  • Perasaan bahagia yang dirasakan oleh ibu juga dapat memicu produksi ASI semakin lancar. Sedangkan kekecewaan, kesedihan, itu hanya akan menghambat produksi ASI.
  • Nikmati semua proses yang dilalui selama masa menyusui. Karena masa ini adalah masa pembelajaran dimana ibu baru belajar menjadi ibu yang baik dengan menyusui anaknya, dan proses belajar anak untuk menyusu dan berbakti pada orangtuanya.

Demikian adalah tips memberikan ASI eksklusif yang bisa dipelajari, semoga dapat diambil hikmah dan manfaatnya untuk kita semua. Sayangi bayi kita dengan memberikannya hak ASI eksklusif demi masa depan dan kehidupannya.

Categories
Kesehatan Merawat Bayi

Cara Melebatkan dan Menghitamkan Rambut Bayi Secara alami

Bayi yang memiliki rambut hitam dan lebat memang terlihat lucu dan menggemaskan, itulah mengapa banyak orangtua yang menginginkan rambut bayinya tumbuh hitam dan lebat. Memang tidak semua bayi dilahirkan memiliki rambut hitam dan lebat seperti dambaan para orangtua. Seringkali bayi terlahir dengan rambut sangat tipis, atau bahkan plontos tidak berambut. Terkadang hal tersebut membuat kita para ibu menjadi khawatir tentang pertumbuhan rambut si kecil. Berbagai cara sudah pasti dilakukan untuk melebatkan dan menghitamkan rambutnya. Tentu cara yang paling aman adalah dengan menggunakan bahan alami yang tidak menimbulkan efek samping, karena bayi sangat sensitif dan rentan alergi terhadap bahan-bahan kimia. Bagi Anda yang mendambakan agar rambut bayi tumbuh hitam dan lebat, simaklah cara melebatkan dan menghitamkan rambut bayi secara alami berikut ini bersama ibumuda.com.

Bahan-bahan alami untuk melebatkan dan menghitamkan rambut bayi

  • Daun seledri

Khasiat daun seledri untuk melebatkan dan menghitamkan rambut bayi sudah sering kita dengar, bahkan sudah banyak produk perawatan rambut bayi pabrikan seperti shampo dan minyak rambut bayi yang mengandung ekstrak daun seledri di dalamnya. Produk-produk tersebut ditujukan untuk membuat rambut bayi hitam dan lebat. Namun Anda juga bisa memanfaatkan langsung daun seledri segar untuk menghitamkan dan melebatkan rambut si kecil. Caranya, ambil daun seledri segar secukupnya kemudian cuci bersih, tumbuk atau haluskan dengan tangan, lalu oleskan pada kulit kepala bayi setelah dicukur, diamkan hingga mengering, lalu bilas dengan air bersih.

  • Daun pare

Sama seperti daun seledri, daun pare juga bisa membuat rambut bayi tumbuh hitam dan lebat. Cara menggunakannya juga hampir sama, yaitu menumbuknya hingga halus dan berair, kemudian oleskan pada bagian kulit kepala bayisetiap kali selesai mandi. Jika dilakukan sacara rutin setiap hari, dalam satu bulan rambut bayi Anda akan tumbuh lebih hitam dan tebal.

  • Minyak kemiri

Sejak lama minyak kemiri digunakan sebagai bahan untuk perawatan rambut, khususnya sebagai bahan alami untuk menghitamkan rambut. Minyak kemiri ini juga bisa digunakan pada bayi untuk membuat rambutnya tumbuh hitam dan lebat. Caranya, sangrai beberapa buah kemiri hingga mengeluarkan minyak lalu tumbuk hingga halus. Balurkan minyak kemiri tersebut secara merata ke seluruh permukaan kulit kepala bayi. Lakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil rambut bayi yang hitam dan lebat.

  • Air kelapa muda

Air kelapa muda juga bisa dipakai sebagai bahan alami untuk melebatkan dan menghitamkan rambut bayi. Caranya, ambil air kelapa muda secukupnya, basahkan pada rambut dan kulit kepala bayi secara merata sambil diberi pijatan lembut. Lakukan setiap hari pagi dan sore sehabis mandi.

Sahabat ibumuda, ternyata cukup mudah yah cara melebatkan dan menghitamkan rambut bayi secara alami. Bahan-bahan di atas juga mudah di dapat di sekitar kita, jadi jangan risau lagi apabila memiliki bayi dengan rambut tipis dan kemerahan. Karena rambut bayi yang sekarang bukanlah rambut permanen dan akan berubah seiring pertambahan usianya.

Categories
Kesehatan Merawat Bayi

Cara Memandikan Bayi Yang Benar

Memandikan bayi menjadi salah satu bagian dari perawatan bayi yang wajib dikuasai setiap orangtua. Sebagai orangtua baru perlu belajar bagaimana cara memandikan bayi yang benar. Kondisi tubuh bayi masih sangat lemah, sehingga perlu ekstra hati-hati ketika memandikannya. Salah-salah, tubuh bayi dapat terluka saat mandi karena orangtua belum mengetahui caranya. Meskipun bayi tidak melakukan banyak aktifitas, bayi harus tetap dimandikan selama kondisinya sehat untuk membersihkan tubuhnya dari keringat dan kotoran. Memandikan bayi juga sebagai bagian dari stimulasi guna merangsang perkembangan tubuhnya. Di bawah ini adalah beberapa tips memandikan bayi yang benar agar bisa dijadikan panduan oleh orangtua baru yang sedang belajar memandikan bayinya.

  • Langkah pertama sebelum memandikan bayi adalah menyiapkan segala keperluan mandi bayi. Meliputi air hangat, sabun, sampo, dan handuk bayi. Air hangat yang dibutuhkan oleh bayi untuk mandi suhunya harus sesuai, sekitar 36-37 derajat Celcius. Isikan ke dalam bak mandi bayi dengan kedalaman yang cukup untuk merendam pantat bayi.
  • Buka bajunya, letakkan bayi di pangkuan Anda dengan membungkusnya menggunakan handuk. Gunakan kapas yang telah dibasahi air matang hangat untuk mengusap mata dari bagian luar ke dalam. Bersihkan wajah dan mulutnya, basuh kepala, leher dan dada bayi secara lembut. Agar lebih mudah, Anda dapat menggunakan waslap untuk melakukan hal ini.
  • Keramas rambut bayi, caranya pegang kepalanya dengan tangan kiri Anda di atas bak mandi, basuh rambutnya perlahan, beri sampo, kemudian bilas dengan mengusapnya secara lembut dan keringkan dengan handuk.
  • Lepaskan handuk yang membungkus tubuh bayi, letakkan tangan kiri Anda di bawah pundak dan leher bayi, dan tangan kanan memegang pantatnya (lakukan sebaliknya bila Anda kidal). Perlahan, masukkan tubuh bayi ke dalam air. Topang leher dan pundak bayi, sementara tangan kanan menyabuni dan membilas tubuhnya. Jangan lupa bagian lengan, punggung, tungkai dan daerah lipatan paha dan ketiak bayi. Sabuni badannya menggunakan sabun bayi dengan pH balance yang tidak membuat mata bayi pedih.
  • Angkat bayi keluar dari bak dengan kembali memegang pantatnya. Bungkus kembali tubuh bayi menggunakan handuk yang kering.
  • Keringkan tubuh bayi dengan lembut, oleskan minyak telon untuk menghangatkan tubuhnya sebelum memaikaikannya baju dan popok.

Cara memandikan bayi yang benar bukanlah hal yang sulit, semua itu akan dapat segera dikuasai oleh ibu baru jika sudah terbiasa memegang tubuh si kecil dan memandikannya sendiri. Bahkan aktifitas mandi si kecil akan menjadi momen yang sangat menyenangkan.

 

Categories
Kesehatan Merawat Bayi

Cara Menghilangkan Bekas Gigitan nyamuk Pada Bayi

Bunda, kulit bayi masih sangat lembut dan sensitif. Itulah sebabnya satu gigitan nyamuk saja bisa menimbulkan bekas kemerahan pada kulit bayi dan akhirnya berubah menjadi noda hitam yang bisa mengganggu penampilan buah hati bunda. Sebenarnya, noda hitam bekas gigitan nyamuk pada bayi akan hilang dengan sendirinya, hanya saja memerlukan waktu. Namun terkadang bunda merasa tidak sabar karena kasihan melihat kulit bayinya dipenuhi bekas gigitan nyamuk. Bukan hanya bintik merah, bekas gigitan nyamuk juga akan meninggalkan rasa gatal yang membuat bayi tidak nyaman dan bisa mengganggu tidurnya. Untuk mencegah agar bayi terhindar dari gigitan nyamuk, sebaiknya selalu gunakan kelambu antinyamuk saat bayi tertidur. Dan jangan sekali-kali memakai obat nyamuk jenis apapun, baik itu semprot, obat nyamuk bakar, atau elektrik, karena semua itu akan berdampak buruk terhadap kesehatan bayi. Apabila bayi bunda sudah terlanjur digigit nyamuk, dan bunda ingin tahu bagaimana cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk pada bayi secara cepat dan aman, maka disarankan untuk bunda agar selalu menggunakan bahan-bahan alami untuk mengobati bekas gigitan nyamuk pada bayi seperti tips berikut ini.

Cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk pada bayi

  • Bawang merah dan bawang putih

Khasiat bawang merah dan bawang putih untuk bayi memang tidak diragukan lagi. Salah satunya adalah untuk mengobati bintik merah bekas gigitan nyamuk pada kulit bayi. Caranya sangat mudah, bawang merah atau bawang putih cukup diiris dan dioleskan pada luka bekas gigitan nyamuk tadi. Bawang putih berperan sebagai antibakteri dan antiradang sehingga bisa meringankan peradangan kulit bayi bekas gigitan nyamuk.

  • Kulit kentang

Untuk mengatasi dan meringankan bekas gigitan nyamuk pada bayi juga bisa menggunakan kulit kentang bagian dalam. Caranya kulit kentang hanya cukup ditempelkan pada bekas gigitan nyamuk di kulit bayi.

  • Lidah buaya

Yang bisa digunakan adalah lendir atau gel dari tanaman lidah buaya ini. Caranya pun sama, cukup potong satu tangkai lidah buaya kemudian ambil gel-nya untuk dioleskan pada bekas gigitan nyamuk yang dialami bayi. Gel lidah buaya ini memiliki efek anti inflamasi dan mendinginkan kulit sehingga bisa mengurangi iritasi atau skemerahan yang terjadi akibat gigitan nyamuk.

  • Kulit pisang

Kulit pisang juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk pada bayi. Cukup ambil kulit pisang bagian dalam dan oleskan pada kulit bayi yang terkena gigitan nyamuk.

Nah Bunda, itulah beberapa bahan herbal yang bisa digunakan sebagai obat alami untuk cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk pada bayi. Sebaiknya selalu jaga buah hati Anda dan lindungi dari ancaman gigitan nyamuk yang mungkin saja membawa penyakit seperti malaria dan DBD.

Categories
Merawat Bayi

Makanan Untuk Meredakan Nyeri Gusi Saat Bayi Tumbuh Gigi

Umumnya, bayi mulai akan tumbuh gigi setelah usianya 6 bulan atau lebih, dan bayi sudah mulai diberikan makanan padat pendamping ASI sebagai tambahan nutrisi yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Namun saat masa-masa tumbuhnya gigi pertama bayi, tak jarang menimbulkan masalah yang bisa membuat orangtua khawatir karena kebanyakan bayi yang sedang tumbuh gigi menolak saat diberi makanan pendamping ASI karena rasa nyeri pada gusi yang ditimbulkan akibat tumbuh gigi tadi. Padahal bayi harus tetap mendapat asupan makanan tambahan selain ASI yang memang merupakan kebutuhan pokok bayi. Untuk mengatasi problem tersebut, ada beberapa pilihan jenis makanan untuk meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi yang bisa diberikan oleh orangtua kepada si kecil. Inilah keempat jenis makanan tersebut.makanan untuk meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi

Makanan untuk meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi

  • Mentimun

Mentimun mentah dapat diberikan kepada bayi untuk membantu meredakan nyeri yang timbul pada saat tumbuh gigi. Karena buah mentimun yang mentah (tanpa dimasak) ini dapat meningkatkan produksi air liur sehingga bisa menetralkan zat asam dan basa dalam mulut. Mentimun bisa dibuat jus rendah gula sehingga aman dikonsumsi bayi, atau juga dapat dimasukkan ke dalam nasi tim bayi Anda.

  • Pisang

Daripada menggigit mainan atau benda-benda keras lainnya yang jelas tidak higienis untuk anak, lebih baik memberinya pegangan berupa makanan atau buah yang lebih sehat dan bermanfaat untuk tubuh bayi. Misalnya saja buah pisang, karena pisang merupakan salah satu jenis makanan sehat untuk bayi. Pisang akan menyumbang kalori yang cukup tinggi bagi tubuh bayi, dan dengan kandungan gula alami dan serat di dalamnya dapat melengkapi kebutuhan nutrisi si kecil. Jadi selain sehat, gusi yang gatal dan nyeri gusi akibat tumbuh gigi dapat berkurang dengan menggigit buah pisang ini.

  • Alpukat

Alpukat juga merupakan jenis buah dan makanan yang bagus untuk merangsang pertumbuhan gigi bayi. Meskipun bertekstur, buah ini tidak akan membuat bayi tersedak walau diberikan secara langsung atau bisa juga dijadikan jus. Namun, jika Anda ingin membuat jus alpukat untuk si kecil, jangan tambahkan terlalu banyak air dan gula, dan usahakan daging buah tidak terlalu halus agar si kecil dapat mengunyahnya untuk merangsang pertumbuhan gigi bayi dan mengurangi nyerinya.

  • Wortel

Anda juga bisa memberikan sayur-sayuran seperti wortel untuk bayi Anda yang sedang proses tumbuh gigi. Caranya, terlebih dahulu bersihkan wortel dan potong seukuran batang korek api atau lebih besar agar si kecil dapat menggenggamnya dengan mudah. Rebus wortel sampai matang, setelah dingin berikan pada bayi agar ia belajar dan terbiasa dalam mengunyah makanan. Jangan berikan wortel setengah matang, karena itu akan menyulitkan si kecil.

Itulah keempat jenis makanan untuk meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi yang bisa bunda berikan, terimakasih telah berkunjung di situs kami dan silakkan kembali untuk banyak info bermanfaat lainnya di ibumuda.com.

Categories
Merawat Bayi

Cara Meningkatkan Kecerdasan Otak Anak

agar anak cerdasSetiap orangtua tentu ingin agar anaknya memiliki otak yang cerdas serta kreatif. Banyak cara dapat ditempuh untuk mewujudkan hal ini, mulai dari memberikan asupan makanan dengan nutrisi terbaik hingga melengkapi segala fasilitas belajar yang dibutuhkan anak.

Kecerdasan otak anak lebih dipengaruhi oleh faktor genetik, namun faktor eksternal serta dukungan dari orangtua yang selalu aktif mendukung tumbuh kembangnya akan meningkatkan kecerdasan otak anak menjadi lebih maksimal. Hal yang paling mudah dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan otak anak adalah dengan mengajaknya untuk gemar membaca sejak masih balita. Cara tersebut dipercaya ampuh untuk mengasah kemampuan otak menjadi cerdas. Selain membaca, masih banyak cara yang bisa dilakukan orangtua untuk meningkatkan kecerdasan otak anak sejak dini.

Di bawah ini adalah berbagai cara meningkatkan kecerdasan otak anak;

  • Bermain dengan tangan si kecil

Sejak bayi, otak anak sudah memiliki kemampuan untuk merespon segala yang dia lihat dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Terutama orang terdekat yaitu ibunya. Ibu harus sering mengajak si kecil ngobrol dan bermain dengan tangan mungilnya. Permainan sekuensial sederhana seperti bermain cilukba, itu dapat merangsang perkembangan otaknya semakin baik.

  • Mengajak si kecil membaca

Kenalkan buku pada si kecil sedini mungkin, mulailah dengan buku yang bergambar besar dan berwarna warni agar si kecil suka dan tertarik untuk melihatnya. Saat mengajaknya membaca buku tentang hewan misalnya, Anda dapat menirukan macam-macam suara hewan yang ada dalam buku tersebut dan mengajaknya ikut bersuara. Selain melatih imajinasi si kecil cara ini juga dapat merangsang motorik halusnya.

  • Berikan si kecil mainan edukatif sesuai usianya

Bermain merupakan cara si kecil untuk belajar. Jadi berikan dia mainan yang dapat melatih kecerdasan otaknya. Mainan tersebut harus memiliki nilai edukasi yang membuat si kecil dapat mengeksplor serta berinteraksi, contohnya mainan alat musik, puzzle, atau bola berwarna warni dengan berbagai ukuran. Mainan-mainan itu dapat membantu si kecil untuk mengenali bentuk, warna, serta mempelajari hubungan sebab akibat.

  • Memeluk si kecil dengan penuh kasih sayang

Inilah bukti keajaiban dari pelukan kasih seorang ibu terhadap anak, dapat membantu membangun kecerdasan otak secara positif terutama yang berhubungan dengan emosinya. Di samping itu juga menenangkan dan memeluknya saat dia menangis juga membuat hubungan semakin dekat antara ibu dan anak.

  • Memijat tubuh si kecil

Memijat dengan sentuhan penuh kasih sayang akan menghilangkan stress dan memberikan kenyamanan secara emosional. Jadi secara otomatis mampu meningkatkan kecerdasan otak anak dan membantu pertumbuhan si kecil, bahkan baik untuk pemulihan bayi prematur.

  • Menjaga keamanan lingkungan bermain si kecil

Saat si kecil sedang dalam proses tumbuh kembang, rasa ingin tahunya terhadap segala yang dilihat sangat besar. Terutama pada benda-benda yang berada di sekitarnya. Karena itulah keamanan lingkungan tempat ia bermain harus sangat diperhatikan dan steril dari benda-benda yang dapat membahayakan si kecil. Contohnya benda tajam atau benda-benda tumpul yang bisa mengenai si kecil.

  • Bernyanyi bersama si kecil

Lagu sangat disukai kebanyakan dari anak kecil. Dengan mengajaknya bernyanyi bersama maka Anda telah menciptakan satu proses belajar yang menyenangkan untuk si kecil. Anda telah melakukan salah satu cara meningkatkan kecerdasan otak anak. Ajak dia untuk menggerakan tangan dan tubuhnya saat bernyanyi, itu akan sangat berguna untuk melatih motorik si kecil.

Peran dari orangtua amatlah penting dalam hal cara meningkatkan kecerdasan otak anak. Dan dengan didukung pemberian asupan bernutrisi gizi seimbang maka kecerdasan otak anak semakin dapat berkembang dengan maksimal.

Categories
Merawat Bayi

Menu Makanan untuk Bayi Usia 6 Bulan

Makanan tambahan, atau pendamping ASI (MPASI) boleh diberikan pada bayi setelah usianya 6 bulan atau lebih. Sebelumnya, bayi harus mendapat ASI eksklusif dari ibunya tanpa tambahan makanan lain. Mengapa baru boleh diberikan saat usianya sudah 6 bulan? Karena pada usia tersebut usus bayi telah mampu memproduksi enzim-enzim pencernaan, sehingga bisa mulai mencerna makanan lain di samping ASI.

makanan bayi enam bulan
MP ASI

Alasan lainnya yaitu, saat usianya sudah 6 bulan, sistem pencernaan bayi sudah sempurna dan bisa menghasilkan igA, atau jenis protein immunoglobin yang dapat melindungi sistem pencernaan, sehingga menurunkan resiko alergi pada bayi terhadap beberapa jenis makanan. IgA memang secara alami sudah terdapat di dalam ASI, namun dalam jumlah yang rendah, sehingga bayi yang diberi makanan pendamping ASI sebelum usianya 6 bulan beresiko tinggi terkena alergi. Bayi 6 bulan juga sudah mulai bisa menggerakan makanan di dalam mulut dan mendorongnya ke belakang, itu akan mempermudah bayi untuk menelan makanan yang diberikan.

Lalu, nutrisi apa saja yang harus diberikan pada menu makanan bayi usia 6 bulan?

Ketika bayi Anda mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI, kelengkapan nutrisi yang dibutuhkan bayi Anda harus benar-benar menjadi perhatian utama. Selain itu, pemberian makanan ini juga harus disesuaikan dengan setiap tahap tumbuh kembang si kecil. Adapun nutrisi wajib yang harus diberikan pada menu makanan bayi usia 6 bulan adalah:

  • Protein

Protein dibutuhkan untuk memelihara dan memperbaiki jaringan dalam tubuh serta menjaga fungsinya agar tetap optimal. Sumber protein bisa didapat dari ikan laut, telur, dan kacang-kacangan. Tetapi hati-hati, pemilihan ikan untuk makanan bayi haruslah yang tidak mengandung mercury atau kadarnya rendah, seperti ikan salmon, atau ikan air tawar juga bisa menjadi pilihan, contohnya ikan lele atau belut. Daging ayam atau sapi giling juga bisa dicampurkan ke dalam bubur bayi Anda sebagai sumber protein.

  • Lemak

Lemak merupakan sumber energi bagi bayi Anda. Itulah sebabnya asam lemak esensial merupakan nutrisi penting yang harus ditambahkan pada menu makanan bayi Anda. Asam lemak esensial ini bisa didapat dari ikan, seperti ikan sarden, tuna dan salmon.

  • Karbohidrat

Karbohidrat jelas menjadi sumber energi utama bagi tubuh bayi selain dari ASI. Bayi usia 6 bulan membutuhkan setidaknya 68,75-89,39 gram dalam sehari dan karbohidrat ini dapat dihasilkan dari beras merah atau beras putih yang dijadikan bubur.

  • Vitamin, dan mineral

Semua jenis vitamin dari A, B, C, D, dan vitamin K, semuanya dibutuhkan oleh bayi dalam masa perkembangannya. Vitamin-vitamin tersebut dapat diperoleh dari macam-macam sayuran. Seperti brokoli, bayam, labu siam, tomat, seledri, dan wortel. Sedangkan untuk buah-buahan bisa memberikannya pisang, jeruk, apel, mangga, alpukat, dan pir.

Contoh resep menu makanan bayi 6 bulan:

Bubur daging ayam giling

Bahan;

25 gr beras merah/putih

40 gr daging ayam giling

500 ml sari tomat segar

20 gr tahu putih yang telah dihaluskan

25 gr kacang merah, rebus lalu dihaluskan.

Cara memasak;

Cuci beras hingga bersih, rebus dengan air sari tomat segar hingga beras lunak dan mengental (sekitar 20 menit). Setelah itu, masukkan tahu, daging ayam giling, dan kacang merah, aduk rata hingga semua bahan tercampur dan matang. Setelah matang, angkat dan siap dinikmati oleh si kecil selagi hangat.

Catatan; menu makanan bayi usia 6 bulan tidak perlu diberi tambahan gula dan garam.