Categories
Kehamilan

Hal – Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang Persalinan

Saat kehamilan telah memasuki usia 9 bulan, maka berarti hari perkiraan lahirnya si Buah hati tercinta sudah semakin dekat. Dan hari-hari penantian tersebut bisa jadi merupakan waktu yang sangat mendebarkan sekaligus menggembirakan terutama untuk para calon ibu dan ayah baru. Tentu yang diharapkan nantinya proses persalinan dapat dilalui dengan lancar dan normal (baca; Tips Melahirkan Normal Tanpa Operasi Caesar). Agar sebelum dan sesudah proses persalinan semuanya berjalan lancar, tentunya banyak hal yang harus disiapkan menjelang persalinan untuk menyambut kelahiran bayi. Ini dilakukan untuk menghindari kerepotan-kerepotan yang mungkin akan dialami pasca persalinan.

persiapan sebelum melahirkan
Ibu hamil trimester ketiga

Persiapan yang matang dalam menyambut kelahiran bayi tentu saja akan menjadikan kebahagiaan yang dirasakan semakin besar. Apalagi jika itu adalah kelahiran anak pertama yang dinantikan, pasti semuanya bersemangat untuk menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan bayi dan ibu nantinya setelah melahirkan. Lalu, apa saja hal-hal yang harus disiapkan menjelang persalinan? Jika Anda masih bingung dan ingin mengetahuinya simak ulasannya sebagai berikut.

Persiapan menjelang persalinan

  • Siapkan mental dan fisik

Menjadi orangtua baru membutuhkan kesiapan mental dan  juga fisik yang prima. Terutama setelah adanya anak dalam kehidupan rumah tangga. Selain kebahagiaan yang pasti bertambah, kesibukan untuk mengurus si kecil juga akan sangat menyita waktu dan tenaga. Anda tidak akan se-santai seperti sebelum memiliki anak. Bersiaplah untuk menjaga si kecil dari siang hingga malam, termasuk persiapan untuk menyusui dan begadang di malam hari untuk mengganti popoknya. Persiapan mental sebagai orangtua baru juga tidak kalah penting, sifat keibuan dan kebapakan harus diterapkan dalam mendidik si kecil nantinya agar menjadi anak yang baik.

  • Siapkan perlengkapan bayi

Semua perlengkapan yang dibutuhkan bayi setelah lahir harus sudah disiapkan setidaknya 3 minggu sebelum hari perkiraan lahir. Ini untuk menjaga kemungkinan bayi lahir lebih awal dari tanggal perkiraan. Jika Anda belum mempersiapkan apapun hingga bayi lahir, sudah pasti Anda akan kerepotan untuk membeli ini itu, sedangkan Anda sudah tidak mungkin memiliki banyak waktu seperti sebelum Anda memiliki bayi. Macam-macam perlengkapan bayi yang harus disiapkan antara lain popok, gurita, baju bayi, bedong, selimut, perlak, sarung tangan, kaos kaki bayi, topi, perlengkapan tidur seperti kasur dan bantal, perlengkapan mandi, bedak, minyak telon, dan sebagainya.

  • Siapkan perlengkapan ibu

Bukan hanya perlengkapan si kecil saja yang harus disiapkan sejak awal. Perlengkapan untuk ibu sebelum dan sesudah melahirkan juga jangan sampai tertinggal. Seperti baju yang akan dikenakan nanti setelah persalinan, pilih baju yang mudah digunakan untuk menyusui, misalnya baju dengan kancing di depan. Jangan lupa juga untuk menyiapkan pembalut bersalin, korset melahirkan, bra menyusui, celana dalam, dan kain panjang/jarik yang akan dipakai setelah melahirkan. Semua perlengkapan tersebut harus ikut disiapkan di dalam tas yang akan dibawa ke Rumah Sakit bersama dengan perlengkapan bayi lainnya.

  • Siapkan nama yang indah untuk si kecil

Sebagai calon orangtua baru, beberapa pilihan nama-nama yang indah untuk si kecil tentu sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum kelahirannya. Siapkan nama paling tidak 1 nama untuk bayi laki-laki dan 1 nama untuk bayi perempuan. Meskipun hasil pemeriksaan USG telah menunjukkan jenis kelamin bayi Anda, tidak menutup kemungkinan jika bayi Anda lahir dengan jenis kelamin yang berbeda dengan hasil USG. Persiapan 2 nama tersebut untuk berjaga-jaga jika sampai hal itu terjadi. Dalam menyiapkan nama si kecil, disarankan bagi orangtua untuk memilih nama yang unik lagi indah, dan tentunya belum banyak digunakan orang lain. Nama tersebut akan menjadi kebanggaan tersendiri khususnya untuk orangtua dan juga anak. Selain itu, nama merupakan sebuah doa, untuk itu pilihlah nama yang memiliki arti baik karena harapan untuk anak tentunya adalah yang terbaik.

  • Siapkan informasi tentang ASI

Sebagai calon ibu baru, menyusui adalah tugas selanjutnya setelah melahirkan. Karena itulah pengetahuan tentang ASI sangat penting dimiliki. Menyadari bahwa ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi, mengerti cara memberikan ASI yang benar, pentingnya inisaiasi menyusu dini, cara memompa ASI dan menyimpan ASI perahan, serta gizi yang dibutuhkan agar produksi ASI lancar. Begitu pun untuk calon ayah, harus memberikan dukungan sepenuhnya pada sang istri untuk dapat memberikan ASI-nya pada sang anak.

  • Siapkan pengetahuan tentang cara merawat bayi

Seorang ibu harus tahu bagaimana cara merawat bayinya dengan benar. Terutama untuk calon ibu baru yang belum pernah merawat bayi sebelumnya, harus banyak belajar tentang cara merawat bayi, mulai dari cara merawat tali pusat bayi baru lahir, mengganti popoknya ketika basah, memandikan, memakaikan gurita, baju, serta bedhong, tahu cara menggendong bayi, menyendawakannya setelah ia minum ASI, dll.Termasuk juga ibu harus tahu tentang kondisi kesehatan bayinya, tahu cara merawat bayi ketika sakit, demam, flu, atau batuk. Bayi masih rentan terhadap berbagai penyakit, untuk itu ibu harus benar-benar menjaga dan memantau kondisinya.

Poin-poin diatas adalah persiapan yang harus dilakukan secara umum. Bagi Anda yang sedang menantikan lahirnya buah hati tercinta, selamat mempersiapkan hal-hal yang harus disiapkan menjelang persalinan. Jangan lupa berdoa agar diberi kelancaran, bayi lahir selamat dan ibu sehat.

Categories
Kehamilan

Tips Melahirkan Secara Normal Tanpa Operasi Caesar

Sebagai calon ibu, menantikan hari kelahiran sang buah hati tentu membuat perasaan bahagia sekaligus cemas. Terutama untuk kehamilan yang pertama. Berbagai persiapan tentu sudah dilakukan untuk menghadapi momen besar tersebut. Yang diharapkan tentu saja adalah proses melahirkan secara normal tanpa operasi caesar. Melahirkan adalah sebuah proses besar perjuangan seorang wanita untuk menjadi seorang ibu. Maka akan menjadi kebanggaan tersendiri apabila dapat melahirkan secara normal. Walaupun terkadang beberapa wanita harus menghadapi proses persalinan dengan jalan operasi caesar karena alasan tertentu. Mungkin karena takut untuk menghadapi persalinan normal yang dinilai sebagai proses yang menyakitkan, atau memang karena alasan kesehatan yang mengharuskan operasi caesar dilakukan. Sebenarnya ada tiga poin penting yang berperan dalam keberhasilan calon ibu untuk dapat melahirkan secara normal yaitu kondisi kesehatan ibu, kondisi janin, serta kondisi jalan lahir. Jika salah satu poin saja tidak terpenuhi, maka kemungkinan untuk dapat melahirkan secara normal juga semakin kecil.

Kondisi kesehatan ibu tentu saja adalah poin utama. Kekuatan ibu untuk mengejan sangat dibutuhkan ketika proses melahirkan berlangsung dan menentukan keberhasilan proses melahirkan secara normal. Kondisi ibu yang fit akan menjadikan tenaga yang cukup untuk  mengejan. Sedangkan ibu yang memiliki riwayat penyakit seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan preeklampsia berat akan cukup berbahaya apabila menjalani proses melahirkan secara normal. Poin yang kedua dan tidak kalah penting adalah kondisi janin dalam kandungan. Karenanya, sangat penting bagi ibu hamil untuk selalu memeriksakan kehamilannya secara teratur ke bidan atau dokter kandungan. Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan sekurang-kurangnya satu kali pada tiap trimester satu dan dua, dan dua kali setelah kehamilan memasuki trimester ketiga.Pemeriksaan kehamilan ini penting untuk memantau kondisi janin serta detak jantungnya, melihat posisi janin (membujur atau melintang), dan pemeriksaan USG untuk melihat adanya kelainan yang mungkin dialami oleh janin. Selain itu, ukuran dan berat badan janin dalam kandungan juga harus dikontrol agar tidak terlalu besar (sesuai dengan ukuran panggul ibu) agar tidak menyulitkan saat proses melahirkan nantinya. Poin penting yang ketiga adalah kondisi jalan lahir. Kondisi jalan lahir juga mempengaruhi bisa tidaknya proses melahirkan secara normal dilakukan. Misalnya ukuran panggul ibu terlalu sempit, adanya tumor, atau plasenta yang menghalangi jalan lahir, juga berbagai macam jenis penyakit kelamin yang dapat membahayakan janin.proses kelahiran normal

Selain ketiga poin penting di atas, kesehatan mental (psikologis) ibu juga sangat perlu dijaga. Nah, berikut adalah beberapa tips melahirkan secara normal tanpa operasi caesar yang penting untuk diketahui oleh Anda para calon ibu.

  • Berfikir positif sejak awal masa kehamilan

Sejak awal kehamilan, selalu berfikirlah positif bahwa Anda akan dapat melahirkan secara normal nantinya. Nikmati setiap proses kehamilan yang menakjubkan dengan rasa bahagia dan syukur kepada sang pencipta. Pikiran positif akan dapat menjaga kesehatan mental ibu hamil hingga proses melahirkan tiba.

  • Memeriksakan kehamilan secara teratur

Pemeriksaan kehamilan yang rutin dilakukan dapat mendeteksi kemungkinan-kemungkinan adanya penyakit dan kelainan pada ibu dan janin sehingga dapat segera diatasi.

  • Persiapan fisik ibu hamil

Olahraga harus tetap dilakukan selama hamil. Olahraga ringan seperti senam hamil, jalan-jalan pagi, yoga, dan latihan pernafasan yang dilakukan saat hamil akan sangat membantu menjaga kesehatan dan stamina ibu hamil.

  • Mengatur pola makan yang sehat serta istirahat cukup

Pola makan yang sehat dan seimbang akan memenuhi kebutuhan zat gizi ibu hamil seperti kalori, lemak, protein, vitamin, serta mineral. Untuk ibu hamil sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsi makanan instan, menghindari minuman beralkohol, narkotika, dan jauhi rokok. Istirahat yang cukup, dan sempatkan waktu untuk tidur siang minimal satu jam.

  • Saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan sesama ibu hamil

Cerita-cerita dan pengalaman menarik dari sesama ibu hamil terutama yang sudah pernah melahirkan secara normal dapat menjadi motivasi positif untuk lebih meyakinkan diri kita dapat melahirkan secara normal.

  • Memilih tempat bersalin yang paling cocok

Anda dapat menentukan tempat bersalin pilihan Anda sesuai keinginan, misal di puskesmas atau rumah sakit dan mengetahui fasilitas-fasilitas pendukung yang tersedia untuk proses persalinan normal. Itu akan membuat ibu hamil semakin mantap dapat melahirkan secara normal.

  • Komunikasi yang baik dengan bidan dan dokter kandungan

Segalanya akan berjalan lebih lancar apabila komunikasi antara ibu hamil dan bidan terjalin dengan baik. Mengikuti segala prosedur dan bimbingan yang diberikan oleh bidan ketika proses persalinan berlangsung akan memberikan rasa aman dan nyaman pada ibu hamil. Jangan segan untuk bertanya akan hal-hal yang belum dimengerti.

  • Minta dukungan suami,keluarga, dan orang-orang terdekat

Dukungan dari semua pihak akan memberikan ketenangan dan mampu menghilangkan rasa takut ketika menghadapi proses melahirkan secara normal.

  • Tetap makan dan minum selama menunggu proses persalinan

Selama menunggu proses persalinan, kontraksi akan terus dirasakan oleh ibu hamil, bahkan semakin sering sehingga membuat ibu hamil kehilangan nafsu makan dan minum. Padahal asupan makanan dan minuman sangat dibutuhkan untuk proses  mengejan nantinya.

  • Jangan menahan buang air kecil

Jika Anda merasa ingin buang air kecil selama menunggu proses persalinan, maka lakukan segera selama masih kuat untuk berjalan. Karena jika kandung kemih telah kosong, kepala bayi akan lebih mudah turun ke dasar panggul.

  • Jangan mengonsumsi ramuan atau obat pelancar bersalin apapun tanpa rekomendasi dokter

Terkadang, banyak orang yang menyarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis ramuan yang dipercaya dapat memudahkan proses persalinan seperti meminum rendaman akar rumput fatimah, menelan telur mentah, meminum minyak kelapa atau minyak goreng, dan berbagai ramuan lainnya. Sebenarnya hal itu tidak berpengaruh terhadap kelancaran proses persalinan dan bahkan dapat berbahaya untuk ibu dan bayi.

Banyak sekali manfaat dan keuntungan yang dapat dirasakan oleh ibu apabila dapat melahirkan bayi secara normal dan alami tanpa operasi caesar. Apa saja?

1. Biaya persalinan secara normal jauh lebih hemat dibanding dengan operasi caesar

2. Tidak banyak menggunakan obat-obatan kimia untuk proses pemulihan pasca melahirkan, berbeda dengan operasi caesar.

3. Paru-paru bayi dapat berfungsi lebih optimal untuk proses pernafasan ketika melewati jalan lahir.

4. Ibu dapat melakukan Inisaiasi Menyusu Dini dengan segera setelah bayi lahir.

5. Kepuasan psikologis dan rasa bangga yang tak ternilai karena dapat melahirkan secara normal tanpa operasi caesar.

6. Menjaga kedekatan hubungan antara suami dan istri karena suami tahu perjuangan berat seorang istri untuk melahirkan anak mereka.

Semoga hal-hal di atas dapat memberi manfaat, dan selamat mempersiapkan diri untuk menjadi seorang ibu dengan melalui proses melahirkan secara normal tanpa operasi caesar.

Categories
Kehamilan

Tanda-tanda Akan Melahirkan bagi Ibu Hamil

Memasuki trimester ketiga masa kehamilan, sangat penting bagi Ibu hamil untuk mengetahui tanda-tanda menjelang kelahiran sang bayi. Selain menggunakan hari taksiran persalinan( HTP) yang ditentukan oleh bidan berdasarkan perhitungan hari pertama haid terakhir sebagai acuan, manfaat mengenali tanda-tanda akan melahirkan bagi wanita hamil adalah agar dapat melakukan tindakan yang tepat sesegera mungkin setelah mengalami tanda-tanda akan melahirkan tersebut.

Seorang wanita hamil dapat merasakan tanda-tanda akan melahirkan dalam waktu berjam- jam atau bahkan beberapa hari menjelang proses kelahiran. Seorang wanita hamil juga kerap mengalami stres ketika mendekati hari persalinan. Untuk itu dukungan dari suami dan keluarga juga orang-orang terdekat sangat dibutuhkan. Nah berikut ini akan dijelaskan beberapa tanda yang mungkin akan dialami oleh seorang wanita hamil yang akan melahirkan.

Tanda-tanda akan melahirkanproses kelahiran bayi

1.  Nyeri di bagian selangkangan

Tekanan akibat posisi kepala janin yang mulai turun ke bawah membuat seorang wanita hamil sering merasakan nyeri di bagian selangkangan ketika akan melahirkan. Selain itu, rasa nyeri pada perut bagian bawah seperti nyeri ketika menstruasi juga merupakan tanda-tanda akan melahirkan.

2. Sakit di bagian panggul serta tulang belakang

Janin yang sedang mencari jalan lahir akan bergerak dan bergeser menekan tulang belakang dan menimbulkan rasa sakit di bagian panggul.

3. Keluar lendir dan darah lewat jalan lahir

Ketika janin masih berada dalam kandungan, mulut rahim tertutup oleh semacam lendir kental yang menjaga janin agar tidak turun ke bawah. Sedangkan ketika akan melahirkan, mulut rahim akan mulai terbuka, menjadi tipis dan lunak, diikuti keluarnya lendir yang bercampur darah untuk membuka jalan lahir.

4. Terjadi kontraksi

Kontraksi yang dialami oleh seorang wanita hamil merupakan tanda-tanda akan melahirkan yang paling mudah dikenali. Biasanya mulas terjadi pada perut bagian bawah dengan frekuensi yang semakin lama semakin meningkat merupakan tanda akan melahirkan sudah dekat. Kontraksi awal dapat terjadi sekitar 10-15 menit sekali lalu berlanjut semakin sering hingga 2 menit sekali, pada keadaan ini tenaga kesehatan harus sudah ada di tempat karena kelahiran sang bayi akan segera terjadi. Namun perlu juga diwaspadai, karena ada beberapa kasus wanita yang akan melahirkan mengalami kontraksi palsu.

5. Keluar air ketuban

Wanita hamil yang akan melahirkan untuk pertama kali biasanya belum mengetahui seperti apa itu air ketuban. Umumnya air ketuban berwarna bening dan tidak berbau. Seorang wanita hamil yang tiba-tiba mengeluarkan air ketuban baik secara cepat ataupun sedikit sedikit  harus segera menghubungi petugas kesehatan atau bidan. Karena itu merupakan tanda pasti akan melahirkan. Air ketuban yang dibiarkan habis akan membahayakan bayi yang berada dalam kandungan.

Itu adalah beberapa tanda-tanda akan melahirkan yang umum dialami oleh hampir semua wanita hamil. Masih ada beberapa tanda yang dapat juga dialami oleh wanita yang akan melahirkan seperti muntah-muntah, menggigil, dan nafsu makan meningkat. Dengan mengenali tanda-tanda akan melahirkan seorang wanita hamil diharapkan menjadi lebih siap dan proses kelahiran berjalan lancar.