Categories
Keluarga

Cara Menyapih Anak Secara Cerdas dan Penuh Cinta

cara menyapih anakTantangan selanjutnya bagi seorang ibu setelah masa menyusui hampir berakhir adalah menyapih anak untuk tidak lagi minum ASI. Tentu bukanlah pekerjaan mudah bagi ibu untuk menyapih si kecil, diperlukan kesabaran dan ketelatenan, juga strategi menyapih yang cerdas dan penuh cinta. Lalu kapan waktu yang paling tepat untuk menyapih anak? Menurut para ahli, penyapihan boleh dilakukan setelah anak berusia 1 tahun. Karena di usia tersebut tubuh anak sudah dapat mengatasi alergi yang muncul dari beberapa jenis makanan. Namun kebanyakan para ibu menyapih anaknya di usia 2 tahun, 2,5 tahun, atau ada juga yang baru menyapih anak saat usianya 3 tahun. Proses menyapih memang merepotkan dan seringkali membuat ibu merasa sedih, mungkin karena merasa dirinya tega telah memutuskan ikatan batin dengan anaknya. Karena itu panduan cara menyapih anak secara cerdas dan penuh cinta perlu diterapkan saat ibu mulai menjalani proses penyapihan terhadap anaknya.

Berikut cara menyapih anak secara cerdas dan penuh cinta

  • Anda harus siap secara fisik dan mental. Jangan gunakan ramuan apapun untuk mengolesi bagian pay-udara ibu, misal dengan mengkudu, bratawali, obat merah, atau menggunakan plester untuk menutupi bagian puting. Itu hanya akan membuat si kecil takut dan mengajarinya perbuatan tidak baik karena membohonginya. Saat menyapih si kecil, Anda harus melakukannya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Jadi anak juga akan tahu bahwa Anda masih tetap menyayangi dia meskipun sudah tidak memberikan ASI-nya lagi.
  • Kurangi frekuensi menyusui anak sedikit demi sedikit. Terutama pada siang hari, karena di siang hari anak dapat makan berbagai makanan selain ASI. Berikan makanan selingan 3 sampai 4 kali dalam sehari, agar keinginan untuk menyusu si kecil berkurang.
  • Beri penjelasan kepada anak tentang penyapihan yang sedang dijalani, anak umur 2 tahun sudah dapat diajak berkomunikasi dengan baik meskipun bicaranya masih belum jelas. Namun diharapkan mereka akan mengerti, katakan bahwa kini dia sudah besar, jadi sudah tidak perlu minum ASI lagi. Atau perkataan-perkataan lain yang meyakinkan.
  • Sebelum berhasil menyapih, ajarkan kepada anak untuk menyusu hanya di satu tempat, contohnya kamar. Selain agar anak belajar menaati aturan, cara itu akan membuat anak tidak meminta ASI di mana saja.
  • Pastikan kondisi anak dalam keadaan sehat saat penyapihan dilakukan. Itu sangat penting karena kondisi yang tidak sehat, marah, sedih, atau kesal, dapat membuat mental anak tertekan dan akhirnya merasa tidak bahagia. Anak yang disapih dalam keadaan sakit juga dikhawatirkan akan bertambah parah sakitnya.
  • Ajak suami dan seluruh anggota keluarga bekerjasama, untuk menghibur dan mengalihkan perhatian si kecil saat menangis minta ASI. Misalnya dengan memberikan mainan atau makanan yang dapat mengalihkan perhatiannya.
  • Anak yang terbiasa tidur dengan cara menyusu ibunya, coba beralihlah dengan cara membacakan buku cerita atau dongeng ketika hendak tidur.
  • Perkenalkan jenis-jenis makanan baru untuk si kecil, mungkin hal itu dapat mengalihkan keinginannya untuk terus meminum ASI.
  • Jangan gunakan mpeng atau dot untuk mengalihkan dan sebagai pengganti ASI, karena akan membuat anak ketergantungan. Jika ingin memberinya minum, lebih baik menggunakan gelas agar terbiasa.
  • Ciptakan suasana menyenangkan setiap saat bersama si kecil, beri pelukan dan ciuman hangat agar dia tahu bahwa ibunya sangat menyayangi dia walaupun sudah tidak memberikan ASI lagi.

Penyapihan dengan cara yang benar, cerdas, dan penuh cinta akan sangat mempengaruhi keberhasilan ibu untuk menyapih anaknya sekaligus mempengaruhi perkembangan fisik dan mental si anak itu sendiri.

Categories
Merawat Bayi

Kandungan Nutrisi dalam ASI

Keunggulan ASI yang menjadi nutrisi terbaik untuk bayi tidak perlu diragukan lagi. Para ibu muda yang melek ASI juga pasti paham dan sering membaca berbagai artikel yang membahas manfaat dan kelebihan ASI dibanding nutrisi dari makanan lain dan susu formula. Dan di sini yang akan kita bahas adalah mengenai kandungan nutrisi yang terdapat dalam ASI itu sendiri, sehingga menjadi nutrisi terbaik yang wajib didapatkan oleh bayi.

kandungan nutrisi ASI
ibu menyusui

Di dalam ASI terkandung komponen makro dan mikro nutrien. Karbohidrat, lemak, dan protein adalah komponen makronutrien, sedangkan mineral dan vitamin ialah komponen mikronutriennya. 90% kandungan di dalam ASI adalah air, dan setiap ibu memiliki komposisi nutrien dan volume ASI yang berbeda menyesuaikan dengan kebutuhan bayinya. Komposisi, zat gizi, dan volume ASI juga bergantung pada masa ibu menyusui, seperti masa awal yaitu kolostrum, kemudian ASI transisi, ASI matang, lalu ASI pada saat masa penyapihan, memiliki komposisi, zat gizi, dan volume yang berbeda.

Zat gizi terbanyak terkandung dalam kolostrum yang keluar 1-5 hari pasca melahirkan, terutama kandungan proteinnya. Dalam ASI transisi, kandungan yang terbanyak adalah lemak dan laktosa (gula susu). Pada ibu yang melahirkan bayi prematur, ASI-nya mengandung protein serta lemak yang tinggi, sedangkan kandungan laktosanya lebih rendah dibanding ibu yang melahirkan cukup bulan. ASI pada masa penyapihan, kadar protein dan lemaknya meningkat seiring bertambah banyak kelenjar payudara ibu. Pada setiap masa menyusui, kadar nutrien, protein, serta laktosa dalam ASI yang larut dalam air adalah sama. Yang berbeda adalah kadar lemaknya.

Setiap ibu dapat memproduksi jumlah ASI yang berbeda, dan asupannya ke bayi pun berbeda pada setiap kali menyusui. Rata-rata ibu dapat memproduksi ASI sekitar 450-1200 ml dan dikonsumsi oleh bayi rata-rata 750-850 ml per hari. Ibu yang mengalami gizi buruk jumlah produksi ASI-nya bisa menurun hingga 100-200 ml per hari.

Komposisi ASI

Sebanyak 87,5% kandungan dalam ASI adalah air, itu sudah cukup memenuhi kebutuhan cairan bayi. Sehingga bayi yang sudah minum ASI tidak perlu minum tambahan air lagi walau udara panas. ASI memiliki tingkat kekentalan yang sesuai untuk saluran pencernaan bayi, berbeda dengan susu formula yang cenderung lebih kental dari ASI. Karena itu bayi yang minum susu formula lebih rentan terkena gangguan pencernaan seperti sembelit dan diare.

Karbohidrat

Karbohidrat utama yang terdapat dalam ASI disebut laktosa. Laktosa ini menjadi salah satu sumber energi untuk otak bayi, dan kandungannya dalam ASI 2 kali lebih banyak dibanding susu sapi atau susu formula lainnya. Meski begitu, jarang ditemui kejadian diare yang dialami bayi karena tidak bisa mencerna laktosa (intoleransi terhadap laktosa) pada bayi yang mengonsumsi ASI. Itu dikarenakan penyerapan laktosa ASI lebih baik daripada laktosa susu sapi. Pada kolostrum, kadar karbohidratnya tidak terlalu tinggi tetapi meningkat seiring masa menyusui ibu, yaitu pada ASI transisi (7-14 hari pasca melahirkan). Setelah melewati masa ini, kadar karbohidratnya relatif stabil.

Protein

Komposisi protein dalam ASI berbeda dengan susu formula. Meski protein keduanya sama-sama terdiri dari casein dan protein whey, namun dalam ASI lebih banyak mengandung protein whey yang mudah dicerna usus bayi, sedang pada susu formula protein yang lebih banyak adalah casein yang lebih sulit dicerna. Di samping itu, dalam ASI tidak terdapat beta laktoglobulin (fraksi dari protein whey yang terdapat dalam susu sapi). Zat ini yang berpotensi menimbulkan alergi. Asam amino dalam ASI lebih lengkap dibanding susu sapi, seperti asam amino taurin yang berperan dalam perkembangan otak bayi. ASI juga kaya nukleotida (nitrogen, karbohidrat, fosfat). Nukleotida berperan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kematangan usus, pertumbuhan bakteri baik dalam usus, meningkatkan daya tahan dan penyerapan zat besi dalam tubuh.

Lemak

Kandungan lemak yang tinggi dalam ASI diperlukan dalam pertumbuhan otak bayi yang relatif cepat. Lemak yang terdapat dalam ASI memilliki perbedaan struktur dengan lemak yang ada dalam susu sapi. Kandungan lemak omega 3 dan 6 banyak terdapat dalam ASI. DHA (asam dokosaheksagonik) dan ARA (asam arakidonat) yang penting untuk perkembangan otak secara alami banyak terkandung dalam ASI dan tidak ditemukan pada susu sapi. Karena itu, dalam susu formula biasanya akan ditambahkan kedua zat ini. Karena merupakan zat tambahan. DHA dan ARA dalam susu formula tentu tidak sebaik dalam ASI. Kandungan asam lemak jenuh dan tak jenuh dalam ASI seimbang. Sedangkan pada susu sapi, asam lemak jenuhnya lebih banyak.

Karnitin

Karnitin berperan terhadap pembentukan energi untuk mempertahankan metabolisme tubuh. Kadar karnitin dalam ASI lebih tinggi dari susu formula, terlebih di 3 minggu pertama menyusui.

Vitamin K

Vitamin K dalam ASI hanya seperempat dari susu formula. Vitamin K ini berperan dalam faktor pembekuan darah, sehingga bayi baru lahir memerlukan suntikan vitamin K untuk mencegah perdarahan.

Vitamin D

Hanya sedikit kandungan vitamin D dalam ASI, Karena itu bayi perlu mendapat tambahan vitamin D dengan cara menjemurnya pada pagi hari. Pemberian ASI eksklusif plus menjemurnya di pagi hari akan menghindarkan bayi terserang penyakit tulang akibat kurang vitamin D.

Vitamin A

Selain untuk mata, vitamin A berperan dalam pembelahan sel, pertumbuhan, dan kekebalan tubuh. Selain tinggi vitamin A, ASI juga mengandung betakaroten. Sehingga bayi yang minum ASI memiliki daya tahan dan tumbuh kembang yang lebih baik.

Vitamin B, C, dan asam folat

Semua vitamin tersebut terdapat dalam ASI. Namun mungkin dalam kadar yang berbeda pada setiap ibu, tergantung dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu pada masa menyusui.

Mineral

Kalsium adalah mineral utama yang terdapat dalam ASI. Kalsium ini berfungsi dalam pertumbuhan jaringan otot dan rangka, pembekuan darah, dan transmisi jaringan saraf. Memang kadar kalsium dalam ASI lebih kecil dibanding susu sapi, namun penyerapannya dapat lebih baik. Penyerapan kasium dipengaruhi mineral lainnya, yaitu fosfor, magnesium, lemak, dan vitamin D. Zat besi dalam ASI memang tergolong rendah, namun penyerapannya lebih baik sehingga resiko bayi yang minum ASI mengalami kekurangan zat besi lebih kecil. Mineral zinc membantu proses metabolisme dalam tubuh, namun kadarnya juga rendah tetapi penyerapannya lebih baik. Mineral lainnya yang tinggi dalam ASI adalah selenium yang dibutuhkn dalam pertumbuhan cepat.

Itulah berbagai kandungan nutrisi dalam ASI yang baik untuk diketahui agar para ibu semakin mantap untuk memberikan ASI nya pada buah hati mereka.

Categories
Merawat Bayi

Manfaat Memberikan ASI untuk Ibu dan Bayi

Siapa sangka di dalam tubuh seorang ibu terdapat anugrah yang luar biasa dari Tuhan yaitu ASI. Wanita diciptakan dengan kemampuan memproduksi ASI dalam tubuhnya yang berguna untuk memenuhi semua kebutuhan bayinya.

ASI merupakan nutrisi terbaik dan merupakan hak setiap bayi untuk mendapatkan ASI dari ibunya. Sedangkan susu formula hanya boleh diberikan ketika seorang ibu benar-benar tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk menyusui. Saat seorang ibu menyusui bayinya dengan ASI dari tubuhnya, maka akan sangat banyak keuntungan yang bisa di rasakan oleh ibu dan bayi.

manfaat menyusui bagi ibu dan anak
manfaat asi

Di dalam ASI, kandungan nutrisinya sangat lengkap dan sempurna. Dan nutrisi tersebut akan secara otomatis berubah menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Seperti bayi yang baru lahir hingga usianya 6 bulan membutuhkan lemak yang lebih tinggi, jadi secara otomatis ASI yang terdapat dalam tubuh ibu akan menyesuaikan hal ini.

Keuntungan ASI untuk ibu dan bayi

Keuntungan untuk bayi

  • Zat antibodi yang terkandung di dalam ASI sangat banyak, zat itu berasal dari tubuh seorang ibu yang akan membantu bayi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tahan terhadap berbagai penyakit. Bayi yang meminum ASI terbukti lebih tahan terhadap berbagai penyakit seperti diare, asma, pneumonia, infeksi telinga, alergi, dan terhindar dari resiko obesitas dibanding bayi yang minum susu formula.
  • Di dalam ASI terkandung hormon yang dapat menciptakan rasa kantuk dan perasaan nyaman. Sehingga dapat membuatnya tertidur lelap dan menenangkan kolik atau bayi yang sedang dalam proses tumbuh gigi.
  • ASI membantu perkembangan otak bayi lebih maksimal. Bayi yang diberi ASI rata-rata memiliki IQ lebih tinggi 6 poin dari anak yang meminum susu formula.
  • Secara psikologis, menyusui akan meningkatkan kedekatan dan ikatan batin seorang ibu dengan bayinya.

Keuntungan untuk ibu

  • Memberikan ASI adalah cara diet terbaik untuk menurunkan berat badan yang melar saat hamil. Saat sedang menyusui, kalori dalam tubuh terbakar kurang lebih sebanyak 200-250 setiap hari. Jadi Anda tidak perlu capek berkeringat di tempat senam hanya untuk menurunkan berat badan. Cukup dengan berpelukan dan menyusui bayi Anda dapat membakar kalori ekstra.
  • Hemat biaya, ASI adalah barang berharga yang gratis. Bayangkan jika Anda harus membeli susu formula yang harganya mahal. Berapa uang yang harus Anda habiskan setiap bulan hanya untuk membeli susu formula? Belum lagi Anda juga harus membeli bermacam perlengkapan lainnya seperti dot, botol, dan peralatan lainnya, selain itu juga harus menjaganya agar tetap bersih dan steril.
  • ASI tidak merepotkan. Tidak seperti menyiapkan susu formula , mencampurnya dengan air dan harus menunggu sampai suhunya sesuai kemudian baru diberikan pada bayi. Sementara bayi Anda sudah menangis kelaparan. ASI juga selalu siap kapan saja, tidak khawatir kehabisan di tengah malam atau saat dalam perjalanan.
  • Memberikan ASI secara kontinyu juga merupakan sebuah metode kontrasepsi yang alami.
  • Saat menyusui, tubuh mengeluarkan hormon oksitosin yang dapat menciptakan rasa nyaman, tenang, dan mencintai bayi anda.
  • Memberikan ASI baik untuk kesehatan. Dapat mencegah perdarahan dan mempercepat pemulihan uterus kembali ke ukuran normal. Mengurangi resiko terkena osteoporosis dan mencegah kanker pay-udara dan kanker ovarium.

Nah, banyak bukan keuntungan dari memberikan ASI untuk ibu dan bayi yang bisa di dapat. Jadi jangan ragu lagi untuk memberikan nutrisi terbaik bagi bayi Anda mulai sekarang.