Categories
Merawat Bayi

Cara Meredakan Nyeri Gusi Saat Bayi Tumbuh Gigi

Cara Meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Memang setiap bayi memiliki tumbuh kembang yang berbeda-beda, termasuk di antaranya adalah pertumbuhan gigi pertama si kecil. Biasanya tumbuh gigi pertama bayi dimulai saat usia 6 bulan, tetapi banyak juga bayi yang memiliki pertumbuhan gigi lebih lama. Dan pada saat gigi pertama bayi mulai tumbuh, orangtua pasti akan merasa senang namun juga khawatir karena biasanya bayi yang sedang tumbuh gigi akan menjadi lebih rewel dan sering menangis.

cara meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigiHal itu disebabkan rasa gatal dan nyeri gusi yang dirasakan bayi akibat desakan dari gigi yang akan tumbuh membuat bayi tidak nyaman. Bayi yang sedang tumbuh gigi juga akan menunjukkan tanda-tanda seperti suka mengunyah atau menggigit benda-benda yang dia pegang, mengeluarkan air liur, menolak untuk makan, dan terkadang malah ada yang sampai demam akibat tumbuh gigi. Lalu apa yang harus dilakukan oleh orangtua jika si kecil sedang mengalami tumbuh gigi pertamanya? Simak cara efektif meredakan nyeri gusi akibat tumbuh gigi pada bayi berikut bersama ibumuda.com.

Tips mengatasi nyeri gusi akibat tumbuh gigi

  • Gosok lembut gusi si kecil

Gunakan jari tangan bunda yang bersih atau kain kasa steril untuk memijat gusi bayi, tekanan-tekanan lembut yang diberikan bisa meredakan gatal pada gusi si kecil dan membuatnya merasa lebih nyaman. Tetapi jangan gunakan kertas tisu karena kertas tisu ini mudah hancur dan bisa termakan oleh bayi.

  • Berikan makanan bertekstur yang lebih keras

Umumnya gigi pertama bayi mulai tumbuh saat dia sudah diberi makanan padat pendamping ASI. Untuk mengobati rasa gatal pada gusi si kecil, bunda boleh memberikan makanan yang agak bertekstur supaya bayi mulai belajar mengunyah makanan. Tetapi tekstur makanan juga jangan terlalu kasar karena bayi mungkin belum bisa menelan dengan baik. Dan untuk menyiasati bayi yang suka menggigit benda-benda atau mainan, bunda bisa memberinya potongan wortel atau apel untuk dia pegang dan gigit. Tetapi hati-hati, pastikan potongan buah yang diberikan berukuran cukup besar agar bayi tidak tersedak. Jika bayi bunda tetap menolak untuk makan, cobalah berbagai jenis makanan untuk meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi.

  • Berikan teether dingin

Cara meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi selanjutnya adalah dengan memberinya teether dingin untuk ia gigit. Sensasi dingin bisa meredakan nyeri gusi yang dialami bayi saat tumbuh gigi. Simpan teether dalam lemari es selama 15 menit, tapi jangan menaruhnya di freezer karena memberikan teether yang beku bisa berdampak buruk terhadap bayi.

  • Jika diperlukan, bawa bayi ke dokter

Jika kondisi bayi semakin parah, hingga sama sekali menolak untuk makan dan minum ASI, rewel dan terus menerus menangis akibat nyeri gusi yang dirasakan, konsultasikan dengan dokter anak. Jangan pernah memberikan obat kepada bayi tanpa berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari hal-hal negatif dan efek samping dari obat tersebut.

Semoga tips dan cara meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi di atas bisa membantu bunda dalam merawat si kecil yang sedang menghadapi proses pertumbuhan gigi pertamanya.

Categories
Anak-anak Kesehatan Merawat Bayi

Cara Meredakan Nyeri Gusi Akibat Tumbuh Gigi Pada Bayi

Setiap bayi memiliki tumbuh kembang yang berbeda-beda, termasuk di antaranya adalah pertumbuhan gigi pertama si kecil. Biasanya tumbuh gigi pertama bayi dimulai saat usia 6 bulan, tetapi banyak juga bayi yang memiliki pertumbuhan gigi lebih lama. Dan pada saat gigi pertama bayi mulai tumbuh, orangtua pasti akan merasa senang namun juga khawatir karena biasanya bayi yang sedang tumbuh gigi akan menjadi lebih rewel dan sering menangis. Hal itu disebabkan rasa gatal dan nyeri gusi yang dirasakan bayi akibat desakan dari gigi yang akan tumbuh membuat bayi tidak nyaman. Bayi yang sedang tumbuh gigi juga akan menunjukkan tanda-tanda seperti suka mengunyah atau menggigit benda-benda yang dia pegang, mengeluarkan air liur, menolak untuk makan, dan terkadang malah ada yang sampai demam akibat tumbuh gigi. Lalu apa yang harus dilakukan oleh orangtua jika si kecil sedang mengalami tumbuh gigi pertamanya? Simak cara efektif meredakan nyeri akibat tumbuh gigi pada bayi berikut bersama ibumuda.com.

Tips mengatasi nyeri gusi akibat tumbuh gigi

  • Gosok lembut gusi si kecil

Gunakan jari tangan bunda yang bersih atau kain kasa steril untuk memijat gusi bayi, tekanan-tekanan lembut yang diberikan bisa meredakan gatal pada gusi si kecil dan membuatnya merasa lebih nyaman. Tetapi jangan gunakan kertas tisu ketika melakukan hal ini, karena kertas tisu mudah hancur dan bisa termakan oleh bayi.

  • Berikan makanan bertekstur yang lebih keras

Umumnya gigi pertama bayi mulai tumbuh saat dia sudah diberi makanan padat pendamping ASI. Untuk mengobati rasa gatal pada gusi si kecil, bunda boleh memberikan makanan yang agak bertekstur supaya bayi mulai belajar mengunyah makanan. Tetapi tekstur makanan juga jangan terlalu kasar karena bayi mungkin belum bisa menelan dengan baik. Dan untuk menyiasati bayi yang suka menggigit benda-benda atau mainan, bunda bisa memberinya potongan wortel atau apel untuk dia pegang dan gigit. Tetapi hati-hati, pastikan potongan buah yang diberikan berukuran cukup besar agar bayi tidak tersedak. Jika bayi bunda tetap menolak untuk makan, cobalah berbagai jenis makanan untuk meredakan nyeri gusi saat bayi tumbuh gigi.

  • Berikan teether dingin atau kain kasa dingin pada gusi si kecil

Sensasi dingin bisa meredakan nyeri gusi yang dialami bayi saat tumbuh gigi. Simpan teether dalam lemari es selama 15 menit, tapi jangan menaruhnya di freezer karena memberikan teether yang beku bisa berdampak buruk terhadap bayi.

  • Jika bayi terus mengeluarkan air liur, lap dengan kain lembut

Kontak yang terjadi antara kulit bayi dan air liur yang dibiarkan dalam waktu lama bisa menimbulkan iritasi dan ruam kulit di sekitar mulut, pipi, dan dagu. Hal itu bisa dicegah dengan cara mengelap air liurnya dengan kain yang lembut, karena kulit bayi masih sensitif dan rentan teriritasi.

  • Jika diperlukan, bawa bayi ke dokter

Jika kondisi bayi semakin parah, hingga sama sekali menolak untuk makan dan minum ASI, rewel dan terus menerus menangis akibat nyeri gusi yang dirasakan, konsultasikan dengan dokter anak. Jangan pernah memberikan obat kepada bayi tanpa berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari hal-hal negatif dan efek samping dari obat tersebut.

Semoga tips dan cara meredakan nyeri gusi akibat tumbuh gigi pada bayi di atas bisa membantu bunda yang sedang menghadapi proses tumbuhnya gigi pertama si kecil. Salam hangat dari ibumuda.com.

Categories
Makanan Sehat

Makanan Yang Harus Dihindari Selama Hamil

Selama menjalani proses kehamilan, asupan makanan merupakan bagian yang sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan perkembangan janin dalam kandungannya. Karena itu, ibu hamil wajib tahu jenis-jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Jangan sampai ibu hamil salah memilih makanan yang justru dapat membahayakan kesehatan dirinya dan janin yang sedang dikandung. Memang ada banyak sekali mitos-mitos yang berkembang di masyarakat mengenai makanan pantangan bagi ibu hamil yang tidak boleh dikonsumsi selama hamil. Tetapi pada kenyataannya, tidak semua yang dikatakan dalam mitos itu benar. Sehingga, sebagai ibu yang cerdas kita harus mencari tahu terlebih dahulu alasan atau penyebab mengapa makanan-makanan tersebut dilarang dikonsumsi oleh orang hamil sehingga kita semakin yakin untuk menentukan makanan yang harus dihindari selama hamil. Dan di sini, ibumuda akan menjelaskan sedikit mengenai beberapa makanan yang sebaiknya dihindari selama hamil karena dikhawatirkan akan mempengaruhi atau menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bagi ibu dan janin.

  • Makanan mentah atau setengah matang

Makanan mentah yang dimaksud disini contohnya adalah sushi. Ibu hamil dilarang makan daging mentah atau daging yang dimasak kurang matang karena kemungkinan di dalamnya mengandung Toksoplasmosis, yaitu sejenis parasit yang bisa menyebabkan infeksi serius pada janin. Selain itu, bisa juga mengandung bakteri Ecoli yang bisa membahayakan kesehatan ibu hamil. Toksoplasmosis juga bisa terdapat dalam sayuran yang dicuci kurang bersih, itulah sebabnya mencuci buah dan sayur harus sampai benar-benar bersih, terutama sayuran yang tidak dimasak atau lalapan. Daging atau hati ayam dan telur yang dimasak kurang matang juga berpotensi menjadi sumber bakteri salmonella yang bisa menyebabkan diare berat bagi ibu hamil yang mengonsumsinya. Perhatikan juga kebersihan alat-alat makan yang digunakan oleh ibu hamil.

  • Beberapa jenis ikan

Ikan laut memang memiliki kandungan omega 3 yang baik untuk perkembangan sel otak. Tetapi saat mengandung, sebaiknya tidak mengonsumsi beberapa jenis ikan laut tertentu yang dikhawatirkan mengandung kadar merkuri tinggi, seperti jenis ikan yang berukuran besar, sea bass, hiu, dan ikan-ikan sejenisnya.

  • Keju lunak dan susu tanpa pasteurisasi

Ibu hamil tidak boleh mengonsumsi susu yang belum dipasteurisasi dan beberapa jenis keju lunak, contohnya brie dan camembert, blueviened, soft cheese, dan keju yang berasal dari olahan susu kambing atau domba. Hal ini dikarenakan semua produk tersebut berisiko tercemar listeria, yaitu tipe bakteri yang dapat menembus pasenta dan bisa menginfeksi janin. Akibat yang ditimbulkan bisa mengalami keguguran, bayi lahir prematur, bahkan keracunan dalam darah.

  • Minuman beralko-hol dan kafein

Minuman beralko-hol bisa mengakibatkan kelainan pada janin baik perkembangan fisik maupun emosianalnya setelah bayi dilahirkan. Sedangkan minuman berkafein seperti kopi dan teh bisa mempengaruhi berat badan bayi saat dilahirkan rendah atau kurang dari normal, meningkatkan risiko keguguran, dan mengurangi penyerapan zat besi.

  • Buah nanas

Buah nanas tidak boleh dikonsumsi wanita hamil. Karena kandungan bromelain dalam buah nanas dinilai tidak aman bagi kehamilan. Selain itu, buah nanas juga bisa memicu alergi atau diare pada ibu hamil. Jadi untuk wanita hamil sebaiknya hindari buah nanas ini.

Itulah sebagian makanan dan minuman yang perlu diwaspadai oleh wanita hamil. Selain itu, masih banyak makanan tidak sehat lainnya yang menjadi pantangan bagi ibu hamil seperti makanan instan, berpengawet, mengandung gula buatan, tinggi lemak, makanan yang dipanaskan kembali, dan makanan yang mengandung vitamin A terlalu tinggi. Makanan-makanan tersebut harus dihindari selama hamil demi menjaga kesehatan ibu dan janin.

Categories
Kesehatan Merawat Bayi

Penyebab Bayi Prematur

Setiap ibu tentu menginginkan bayinya lahir normal di usia kehamilan yang cukup yaitu antara 39 hingga 40 minggu. Tetapi ada kalanya harapan tersebut tidak dapat terwujud karena ibu harus melahirkan bayinya lebih dini atau disebut kelahiran prematur. Dikatakan kelahiran prematur apabila bayi dilahirkan sebelum waktunya yaitu ketika usianya masih kurang dari 37 minggu di dalam kandungan ibunya dan berat badan lahir bayi jauh dibawah normal kurang dari 2,5 kg, bahkan bisa sangat kecil hingga kurang dari 1 kg. Dengan kondisi semacam itu, menyebabkan organ-organ dalam tubuh bayi yang lahir prematur belum bisa berfungsi secara optimal. Karena itulah bayi prematur rentan mengalami gangguan kesehatan. Perlu Anda tahu, ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi lahir prematur, mulai dari faktor ibu dan kondisi janin dalam kandungan. Dan ternyata, faktor dari sang ibu-lah yang membawa pengaruh cukup besar terhadap penyebab kelahiran prematur ini. Untuk selengkapnya, simak ulasan mengenai faktor penyebab bayi lahir prematur berikut ini bersama ibumuda.com.

  • Kesehatan ibu

Kondisi kesehatan ibu tentu saja berpengaruh besar terhadap kesehatan janin yang sedang dikandung. Ibu yang tidak sehat, misalnya kurang gizi, ibu yang mengalami preeklampsia (hipertensi pada kehamilan), atau bahkan sampai mengalami eklampsia ( hipertensi berat disertai kejang saat hamil), juga ibu yang mengidap penyakit diabetes berpotensi lebih besar untuk melahirkan bayi prematur. Termasuk masalah kesehatan pada organ reproduksi dan kondisi psikologis ibu hamil juga ikut mempengaruhi terjadinya kelahiran prematur. Misalnya ibu mengalami infeksi pada saluran kemih atau adanya kelainan pada rahim atau leher rahim, ketuban pecah sebelum waktunya akibat aktifitas fisik yang berat atau kecelakaan, dan kadar alfa-fetoprotein yang tinggi di trimester kedua kehamilan. Sedangkan untuk kesehatan psikologis, sebisa mungkin ibu hamil menghindari stress, cemas yang berlebihan, hingga depresi. Karena itu semua dapat meningkatkan risiko ibu melahirkan bayi prematur. Hamil di usia terlalu muda atau tua juga rentan melahirkan bayi prematur.

  • Riwayat kehamilan

Jika ibu hamil pernah melahirkan bayi prematur pada kehamilan sebelumnya, pernah keguguran, atau pernah melakukan aborsi, maka risiko untuk kembali melahirkan bayi prematur juga semakin tinggi. Untuk itu, ibu hamil yang memiliki riwayat tersebut perlu lebih waspada dalam menjaga kehamilannya.

  • Kondisi janin

Faktor penyebab kelahiran prematur lainnya adalah kondisi janin di dalam kandungan. Misalnya bayi kembar, gawat janin, atau bayi dengan kalainan bawaan, janin yang pertumbuhannya terhambat, bisa akibat simpul tali pusat yang mengganggu atau karena kekurangan zat gizi, dan adanya infeksi dalam kandungan yang menyebabkan bayi harus dilahirkan secara prematur sebelum waktunya. Untuk itu ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan kandungab secara rutin agar kesehatan janin dan ibu hamil dapat terpantau.

Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab bayi lahir prematur seperti di atas, diharapkan ibu hamil dapat lebih waspada dan senantiasa menjaga kehamilannya agar selalu sehat untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur pada bayi yang tentunya tidak diharapkan oleh setiap orangtua.

Categories
Anak-anak Kesehatan

Pertolongan Pertama saat Anak Step atau Kejang

Step atau kejang bisa dialami oleh balita apabila mengalami demam tinggi dalam beberapa hari dan tidak kunjung turun. Hal itu tentu membuat hampir setiap orangtua, terutama para ibu menjadi panik yang luar biasa ketika mendapati anak balitanya terserang demam tinggi. Step atau kejang yang sering dialami balita bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun mentalnya. Untuk mencegah step atau kejang terjadi pada anak, orangtua perlu tahu tanda-tanda awal atau gejala dari step itu sendiri.

Gejala dan tanda-tanda anak step

  • Anak seperti tersedak
  • Air liur keluar terus menerus
  • Kulit anak terlihat menjadi lebih gelap
  • Anak muntah-muntah
  • Untuk sebagian anak bahkan ada yang sampai hilang kesadaran atau pingsan.

Itulah beberapa tanda-tanda awal step yang harus diketahui oleh orangtua agar dapat segera melakukan tindakan pertolongan pertama saat anak step atau kejang. Jika tanda dan gejala di atas terjadi, maka inilah cara mengatasi anak step dan kejang yang bisa dilakukan orangtua sebagai pertolongan pertama mengobati step pada balita.

Cara mengobati step atau kejang pada anak

  • Jika anak mengalami step atau kejang, tidurkan anak di tempat yang aman misalnya di kasur atau lantai dan jauhkan benda-benda berbahaya yang ada di sekitarnya.
  • Miringkan kepala anak ke salah satu sisi (kanan atau kiri), untuk memudahkannya ketika akan muntah atau mengeluarkan cairan dari saluran pernafasan dan mencegah anak supaya tidak tersedak.
  • Pakaikan baju yang nyaman dan longgarkan sedikit untuk menghindari anak susah bernafas.
  • Jangan beri ramuan atau obat-obatan apapun saat terjadi step atau kejang pada anak.
  • Jika kondisi anak tidak juga membaik, semakin kesulitan bernafas dan kulitnya membiru, segera bawa anak Anda ke Rumah Sakit atau dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya.

Sebaiknya ibu jangan terlalu panik saat menghadapi situasi semacam itu, agar dapat melakukan pertolongan pertama lebih maksimal saat anak step atau kejang. Namun cara yang lebih baik tentunya adalah mencegah agar step atau kejang tidak sampai terjadi dan dialami oleh anak balita kita. Salah satu caranya adalah dengan selalu menjaga kesehatan anak dan jika anak mengalami demam, segera lakukan tindakan untuk menurunkan demamnya.

Categories
Makanan Sehat Merawat Bayi

Kiat Sukses Memberikan ASI Eksklusif

Jadi ibu baru adalah momen luar biasa yang dialami seorang wanita. Kesempatan untuk memberikan ASI ekslusif pada sang bayi tidak boleh dilewatkan begitu saja, karena itu adalah kewajiban seorang ibu untuk memberikan nutrisi terbaik bagi buah hatinya. Namun biasanya, di hari pertama kelahiran si kecil produksi ASI masih sedikit, hingga membuat ibu enggan menyusui dan kurang percaya diri. Padahal, produksi ASI sebenarnya akan meningkat menyesuaikan dangan kebutuhan bayi. Karena itu, motivasi serta dukungan untuk para ibu baru agar tetap memberikan ASI eksklusif perlu digalakkan untuk membangun kepercayaan dirinya. Inilah kiat sukses memberikan ASI eksklusif yang perlu diketahui oleh para calon ibu dan ibu baru tentunya.

  • Lakukan pertemuan dengan konselor laktasi untuk mengetahui lebih jauh mengenai seluk beluk ASI. Pertemuan ini sebaiknya dilakukan sebelum ibu melahirkan, yaitu pada trimester ke-2 atau ke-3 kehamilan.
  • Setelah melahirkan, segera lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) agar kolostrum dapat segera keluar dan diisap oleh bayi.
  • Ibu yang memiliki puting datar atau masuk ke dalam cenderung pesimis dapat menyusui, namun kondisi seperti itu sebenarnya bukanlah penghalang bagi bayi untuk tetap dapat menyusu pada ibunya karena bayi bukan menyusu semata pada puting pay-udara.
  • Tanyakan pada dokter atau konselor ASI mengenai posisi dan perlekatan bayi yang tepat ke pay-udara ibu sehingga bisa menyusu degan baik.
  • Meski ASI belum keluar, ibu harus tetap sering menyusui bayinya. Karena intensitas dari isapan bayi yang akan mengirim sinyal ke otak dan memerintahkan tubuh ibu untuk memproduksi ASI lebih banyak.
  • Ibu menyusui harus selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi agar ASI yang keluar dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi. Disarankan untuk memperbanyak minum, makan sayur (terutama sayur daun katuk), dan mengonsumsi buah-buahan segar.
  • Hindari stres dan rasa khawatir yang berlebihan, sebab itu akan berpengaruh terhadap produksi ASI Ibu.
  • Ibu harus yakin bisa memberikan ASI yang cukup untuk bayi. Karena keyakinan itulah yang akan memicu hormon-hormon tubuh untuk memproduksi ASI yang lebih banyak.
  • Dukungan penuh untuk para ibu yang ingin memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Bukan hanya dukungan oleh tenaga kesehatan, namun juga dari orang-orang terdekat ibu, suami, mertua, dan para sahabat.
  • Perasaan bahagia yang dirasakan oleh ibu juga dapat memicu produksi ASI semakin lancar. Sedangkan kekecewaan, kesedihan, itu hanya akan menghambat produksi ASI.
  • Nikmati semua proses yang dilalui selama masa menyusui. Karena masa ini adalah masa pembelajaran dimana ibu baru belajar menjadi ibu yang baik dengan menyusui anaknya, dan proses belajar anak untuk menyusu dan berbakti pada orangtuanya.

Demikian adalah tips memberikan ASI eksklusif yang bisa dipelajari, semoga dapat diambil hikmah dan manfaatnya untuk kita semua. Sayangi bayi kita dengan memberikannya hak ASI eksklusif demi masa depan dan kehidupannya.

Categories
Kesehatan Merawat Bayi

Cara Melebatkan dan Menghitamkan Rambut Bayi Secara alami

Bayi yang memiliki rambut hitam dan lebat memang terlihat lucu dan menggemaskan, itulah mengapa banyak orangtua yang menginginkan rambut bayinya tumbuh hitam dan lebat. Memang tidak semua bayi dilahirkan memiliki rambut hitam dan lebat seperti dambaan para orangtua. Seringkali bayi terlahir dengan rambut sangat tipis, atau bahkan plontos tidak berambut. Terkadang hal tersebut membuat kita para ibu menjadi khawatir tentang pertumbuhan rambut si kecil. Berbagai cara sudah pasti dilakukan untuk melebatkan dan menghitamkan rambutnya. Tentu cara yang paling aman adalah dengan menggunakan bahan alami yang tidak menimbulkan efek samping, karena bayi sangat sensitif dan rentan alergi terhadap bahan-bahan kimia. Bagi Anda yang mendambakan agar rambut bayi tumbuh hitam dan lebat, simaklah cara melebatkan dan menghitamkan rambut bayi secara alami berikut ini bersama ibumuda.com.

Bahan-bahan alami untuk melebatkan dan menghitamkan rambut bayi

  • Daun seledri

Khasiat daun seledri untuk melebatkan dan menghitamkan rambut bayi sudah sering kita dengar, bahkan sudah banyak produk perawatan rambut bayi pabrikan seperti shampo dan minyak rambut bayi yang mengandung ekstrak daun seledri di dalamnya. Produk-produk tersebut ditujukan untuk membuat rambut bayi hitam dan lebat. Namun Anda juga bisa memanfaatkan langsung daun seledri segar untuk menghitamkan dan melebatkan rambut si kecil. Caranya, ambil daun seledri segar secukupnya kemudian cuci bersih, tumbuk atau haluskan dengan tangan, lalu oleskan pada kulit kepala bayi setelah dicukur, diamkan hingga mengering, lalu bilas dengan air bersih.

  • Daun pare

Sama seperti daun seledri, daun pare juga bisa membuat rambut bayi tumbuh hitam dan lebat. Cara menggunakannya juga hampir sama, yaitu menumbuknya hingga halus dan berair, kemudian oleskan pada bagian kulit kepala bayisetiap kali selesai mandi. Jika dilakukan sacara rutin setiap hari, dalam satu bulan rambut bayi Anda akan tumbuh lebih hitam dan tebal.

  • Minyak kemiri

Sejak lama minyak kemiri digunakan sebagai bahan untuk perawatan rambut, khususnya sebagai bahan alami untuk menghitamkan rambut. Minyak kemiri ini juga bisa digunakan pada bayi untuk membuat rambutnya tumbuh hitam dan lebat. Caranya, sangrai beberapa buah kemiri hingga mengeluarkan minyak lalu tumbuk hingga halus. Balurkan minyak kemiri tersebut secara merata ke seluruh permukaan kulit kepala bayi. Lakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil rambut bayi yang hitam dan lebat.

  • Air kelapa muda

Air kelapa muda juga bisa dipakai sebagai bahan alami untuk melebatkan dan menghitamkan rambut bayi. Caranya, ambil air kelapa muda secukupnya, basahkan pada rambut dan kulit kepala bayi secara merata sambil diberi pijatan lembut. Lakukan setiap hari pagi dan sore sehabis mandi.

Sahabat ibumuda, ternyata cukup mudah yah cara melebatkan dan menghitamkan rambut bayi secara alami. Bahan-bahan di atas juga mudah di dapat di sekitar kita, jadi jangan risau lagi apabila memiliki bayi dengan rambut tipis dan kemerahan. Karena rambut bayi yang sekarang bukanlah rambut permanen dan akan berubah seiring pertambahan usianya.

Categories
Kesehatan Merawat Bayi

Cara Memandikan Bayi Yang Benar

Memandikan bayi menjadi salah satu bagian dari perawatan bayi yang wajib dikuasai setiap orangtua. Sebagai orangtua baru perlu belajar bagaimana cara memandikan bayi yang benar. Kondisi tubuh bayi masih sangat lemah, sehingga perlu ekstra hati-hati ketika memandikannya. Salah-salah, tubuh bayi dapat terluka saat mandi karena orangtua belum mengetahui caranya. Meskipun bayi tidak melakukan banyak aktifitas, bayi harus tetap dimandikan selama kondisinya sehat untuk membersihkan tubuhnya dari keringat dan kotoran. Memandikan bayi juga sebagai bagian dari stimulasi guna merangsang perkembangan tubuhnya. Di bawah ini adalah beberapa tips memandikan bayi yang benar agar bisa dijadikan panduan oleh orangtua baru yang sedang belajar memandikan bayinya.

  • Langkah pertama sebelum memandikan bayi adalah menyiapkan segala keperluan mandi bayi. Meliputi air hangat, sabun, sampo, dan handuk bayi. Air hangat yang dibutuhkan oleh bayi untuk mandi suhunya harus sesuai, sekitar 36-37 derajat Celcius. Isikan ke dalam bak mandi bayi dengan kedalaman yang cukup untuk merendam pantat bayi.
  • Buka bajunya, letakkan bayi di pangkuan Anda dengan membungkusnya menggunakan handuk. Gunakan kapas yang telah dibasahi air matang hangat untuk mengusap mata dari bagian luar ke dalam. Bersihkan wajah dan mulutnya, basuh kepala, leher dan dada bayi secara lembut. Agar lebih mudah, Anda dapat menggunakan waslap untuk melakukan hal ini.
  • Keramas rambut bayi, caranya pegang kepalanya dengan tangan kiri Anda di atas bak mandi, basuh rambutnya perlahan, beri sampo, kemudian bilas dengan mengusapnya secara lembut dan keringkan dengan handuk.
  • Lepaskan handuk yang membungkus tubuh bayi, letakkan tangan kiri Anda di bawah pundak dan leher bayi, dan tangan kanan memegang pantatnya (lakukan sebaliknya bila Anda kidal). Perlahan, masukkan tubuh bayi ke dalam air. Topang leher dan pundak bayi, sementara tangan kanan menyabuni dan membilas tubuhnya. Jangan lupa bagian lengan, punggung, tungkai dan daerah lipatan paha dan ketiak bayi. Sabuni badannya menggunakan sabun bayi dengan pH balance yang tidak membuat mata bayi pedih.
  • Angkat bayi keluar dari bak dengan kembali memegang pantatnya. Bungkus kembali tubuh bayi menggunakan handuk yang kering.
  • Keringkan tubuh bayi dengan lembut, oleskan minyak telon untuk menghangatkan tubuhnya sebelum memaikaikannya baju dan popok.

Cara memandikan bayi yang benar bukanlah hal yang sulit, semua itu akan dapat segera dikuasai oleh ibu baru jika sudah terbiasa memegang tubuh si kecil dan memandikannya sendiri. Bahkan aktifitas mandi si kecil akan menjadi momen yang sangat menyenangkan.

 

Categories
Kesehatan Merawat Bayi

Cara Menghilangkan Bekas Gigitan nyamuk Pada Bayi

Bunda, kulit bayi masih sangat lembut dan sensitif. Itulah sebabnya satu gigitan nyamuk saja bisa menimbulkan bekas kemerahan pada kulit bayi dan akhirnya berubah menjadi noda hitam yang bisa mengganggu penampilan buah hati bunda. Sebenarnya, noda hitam bekas gigitan nyamuk pada bayi akan hilang dengan sendirinya, hanya saja memerlukan waktu. Namun terkadang bunda merasa tidak sabar karena kasihan melihat kulit bayinya dipenuhi bekas gigitan nyamuk. Bukan hanya bintik merah, bekas gigitan nyamuk juga akan meninggalkan rasa gatal yang membuat bayi tidak nyaman dan bisa mengganggu tidurnya. Untuk mencegah agar bayi terhindar dari gigitan nyamuk, sebaiknya selalu gunakan kelambu antinyamuk saat bayi tertidur. Dan jangan sekali-kali memakai obat nyamuk jenis apapun, baik itu semprot, obat nyamuk bakar, atau elektrik, karena semua itu akan berdampak buruk terhadap kesehatan bayi. Apabila bayi bunda sudah terlanjur digigit nyamuk, dan bunda ingin tahu bagaimana cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk pada bayi secara cepat dan aman, maka disarankan untuk bunda agar selalu menggunakan bahan-bahan alami untuk mengobati bekas gigitan nyamuk pada bayi seperti tips berikut ini.

Cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk pada bayi

  • Bawang merah dan bawang putih

Khasiat bawang merah dan bawang putih untuk bayi memang tidak diragukan lagi. Salah satunya adalah untuk mengobati bintik merah bekas gigitan nyamuk pada kulit bayi. Caranya sangat mudah, bawang merah atau bawang putih cukup diiris dan dioleskan pada luka bekas gigitan nyamuk tadi. Bawang putih berperan sebagai antibakteri dan antiradang sehingga bisa meringankan peradangan kulit bayi bekas gigitan nyamuk.

  • Kulit kentang

Untuk mengatasi dan meringankan bekas gigitan nyamuk pada bayi juga bisa menggunakan kulit kentang bagian dalam. Caranya kulit kentang hanya cukup ditempelkan pada bekas gigitan nyamuk di kulit bayi.

  • Lidah buaya

Yang bisa digunakan adalah lendir atau gel dari tanaman lidah buaya ini. Caranya pun sama, cukup potong satu tangkai lidah buaya kemudian ambil gel-nya untuk dioleskan pada bekas gigitan nyamuk yang dialami bayi. Gel lidah buaya ini memiliki efek anti inflamasi dan mendinginkan kulit sehingga bisa mengurangi iritasi atau skemerahan yang terjadi akibat gigitan nyamuk.

  • Kulit pisang

Kulit pisang juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk pada bayi. Cukup ambil kulit pisang bagian dalam dan oleskan pada kulit bayi yang terkena gigitan nyamuk.

Nah Bunda, itulah beberapa bahan herbal yang bisa digunakan sebagai obat alami untuk cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk pada bayi. Sebaiknya selalu jaga buah hati Anda dan lindungi dari ancaman gigitan nyamuk yang mungkin saja membawa penyakit seperti malaria dan DBD.

Categories
Kehamilan

Cara Merawat Bayi Prematur

Cara merawat bayi prematur sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cara merawat bayi yang lahir dengan kondisi normal (cukup bulan), namun tidak bisa juga dikatakan sama. Bayi yang lahir prematur membutuhkan perawatan ekstra dan harus lebih hati-hati. Selain ukuran tubuh bayi yang jauh lebih kecil, organ-organ yang ada di dalam tubuhnya juga masih lemah dan belum cukup matang untuk dapat menjalankan fungsingnya. Karena itu bayi yang lahir prematur memerlukan perawatan khusus seperti ditaruh dalam ruangan khusus Neonatal Intensive Care Unit (NICU) segera setelah bayi dilahirkan. Setelah kondisi bayi stabil dan sudah cukup memenuhi kriteria medis yang ditentukan, maka bayi prematur akan diijinkan pulang ke rumah dan dirawat oleh kedua orangtuanya. Meski begitu, bayi prematur harus tetap dipantau secara medis untuk setiap tahap perkembangannya. Inilah pekerjaan yang cukup berat namun sungguh menggembirakan bagi para orangtua karena dapat merawat sang buah hati tercinta di rumah. Bagi Anda yang memiliki bayi prematur dan ingin mengetahui lebih jauh tentang cara merawat bayi prematur setelah pulang dari Rumah Sakit, berikut adalah beberapa tipsnya.

  • Selalu jaga kebersihan

Kebersihan menjadi poin paling penting dalam urusan merawat bayi, terlebih untuk bayi prematur. Seperti kita tahu, kondisi bayi prematur sangat lemah dan rentan mengalami gangguan kesehatan, terutama berasal dari lingkungan sekitarnya. Jadi pastikan Anda selalu menjaga kebersihannya, mulai dari ruangan tempat tidurnya, pakaian, popok, selimut, dan tubuh bayi harus selalu dalam kondisi bersih dan terawat. Jangan sampai bayi berada dalam lingkungan kotor yang berpolusi, debu, asap rokok, atau orang yang sedang sakit berada di sekitarnya. Hal itu akan sangat berbahaya untuk kesehatan bayi prematur.

  • Jaga suhu kamar bayi

Bayi prematur membutuhkan kehangatan yang cukup dalam kamarnya untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap stabil dan untuk menghindari terjadinya hipotermia yang masih rentan dialami oleh bayi prematur. Namun suhu kamar bayi juga tidak boleh terlalu tinggi agar bayi tidak kepanasan, cukup atur suhu kamar bayi pada 26 sampai 27 derajat celsius.

  • Lakukan metode kantong kanguru

Caranya yaitu dengan menggendong bayi dan diletakkan menempel pada dada ibunya, sehingga kulit ibu dan bayi saling bersentuhan. Metode ini memiliki cukup banyak manfaat positif, khususnya untuk bayi yang lahir prematur. Selain dapat menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil, cara ini mampu meningkatkan kedekatan emosional antara ibu dan bayi, menjaga kestabilan denyut jantung dan nafasnya, menenangkan bayi, juga dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

  • Ciptakan suasana tenang

Bayi prematur membutuhkan waktu tidur yang lebih lama, untuk itu ciptakan suasana tenang dalam rumah agar bayi dapat tidur nyanyak dan tidak terganggu. Lampu di dalam kamar bayi juga diatur agar tidak terlalu terang yang bisa menyilaukan dan membuat bayi terganggu.

  • Rutin kontrol ke dokter

Melakukan kontrol ke dokter harus rutin dilakukan oleh orangtua yang memiliki bayi prematur. Hal ini penting agar dokter dapat melihat sejauh mana pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda. Salah satu yang menjadi tolak ukur keberhasilan dalam merawat bayi prematur adalah kenaikan berat badan bayi Anda.

  • ASI eksklusif

Tak ada yang lebih baik dari ASI. Itulah alasan mengapa bayi prematur harus mendapatkan ASI eksklufif dari ibunya. Di dalam ASI banyak sekali nutrisi penting yang akan membantu pertumbuhan bayi prematur serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Berikan ASI secara langsung sedikit demi sedikit namun dalam intensitas yang cukup sering. Jika bayi belum mau menyusu secara langsung, Anda bisa memerahnya kemudian memberikannya pada bayi.

  • Berikan stimulasi dan pegang bayi dengan benar

Berikan stimulasi kepada bayi berupa sentuhan, suara, dan penglihatan, luangkan sebanyak mungkin waktu untuk bersama bayi Anda. Saat mengajaknya bicara, dekatkan wajah Anda pada jarak sekitar 30 cm dari wajah bayi, tatap matanya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Saat memegang bayi juga harus dilakukan dengan benar dan hati-hati sehingga tidak membuatnya cidera. Topang bagian leher dan bokongnya ketika bayi hendak diangkat, atau Anda bisa menggendongnya dalam keadaan dibedong agar lebih kuat.

  • Posisi tidur

Bayi prematur akan merasa nyaman jika suasana tidurnya menyerupai dalam rahim. Anda bisa membuatkannya sarang dari gulungan handuk tebal, bentuk seperti huruf U. Letakkan bayi di dalamnya dengan posisi mirip dalam rahim, kedua lengan dan tungkai ditekuk, keduanya berada sedekat mungkin dengan garis tengah dan mulut. Dalam sarang itu, bayi akan selalu merasa terlindungi ketika bergerak.

Demikian ialah cara merawat bayi prematur yang cukup mudah dilakukan ketika di rumah, sebenarnya masih ada banyak perawatan bayi prematur lainnya yang bisa dilakukan, yang semuanya tentu bertujuan untuk menjaga kesehatan bayi, misalnya saja dengan tidak membiarkan bayi terlalu lelah, memberinya terapi musik, ibu selalu siaga, dan memberikan vitamin serta obat-obatan sesuai petunjuk dokter.